NATUNA – Isak haru dan pelukan hangat mewarnai langit Natuna siang itu. Pangkalan TNI Angkatan Laut Ranai menyelimuti diri dalam suasana haru nan khidmat saat melepas Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.IP., P.S.C., bersama sang istri tercinta, Ibu Malini Ady Dharmawan, Ketua Jalasenastri Cabang 8.
Setelah hampir sepuluh bulan mengabdi di garda terdepan NKRI, sosok pemimpin yang rendah hati itu meninggalkan jejak persaudaraan yang mendalam, menandai akhir dari sebuah era pengabdian yang penuh dedikasi.
Rangkaian perpisahan dimulai dari Exit Briefing terakhir di Mess Tjiptadi Mako Lanal Ranai. Di hadapan seluruh prajurit, PNS, PHL, dan pengurus Jalasenastri, suara Kolonel Ady bergetar menahan emosi.
“Jadikan setiap penugasan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi satuan, bangsa, dan negara. Saya dan istri mohon maaf yang sebesar-besarnya. Bagi kami, kalian bukan sekadar personel, tetapi keluarga,” ucapnya,
disambut tatapan penuh hormat dari pasukan. Di momen itu, ia tak lupa menitipkan pesan mendalam tentang bahaya judi online dan jeratan pinjaman ilegal yang mengancam kesejahteraan prajurit, serta mengingatkan pentingnya membangun karakter anak sebagai generasi penerus bangsa.

Suasana kian mengharu-birukan saat prosesi pengalungan bunga dimulai. Satu per satu perwakilan Perwira, Bintara, Tamtama, hingga ibu-ibu Jalasenastri menyampirkan rangkaian bunga di leher sang komandan dan istri.
Bunga-bunga itu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol cinta dan kenangan yang tak lekang dimakan waktu. Isak tangis pecah, pelukan erat seakan enggan melepas, menegaskan betapa besar cinta keluarga besar Lanal Ranai kepada pemimpin yang telah menganggap Natuna sebagai rumah kedua.
Momen puncak sekaligus menjadi simbol soliditas TNI terjadi di Bandara Raden Sadjad Ranai. Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., hadir langsung untuk mengantar keberangkatan rekannya sesama panglima perbatasan.
Kehadiran ini bukan formalitas belaka, melainkan bukti otentik sinergi tanpa sekat antara TNI AU dan TNI AL.
Di bawah komando keduanya, Natuna bukan hanya pulau terluar yang dijaga ketat, tetapi juga rumah bersama yang dirawat dengan kolaborasi operasi kemanusiaan dan penegakan hukum yang solid.

“Kebersamaan ini modal utama kedaulatan. Kerja sama yang dibangun Pak Ady sangat solid, akan terus kami jaga,” tegas Marsma Onesmus.
Kolonel Ady Dharmawan meninggalkan Natuna menuju penugasan barunya. Langkahnya pergi, namun warisan loyalitas, disiplin, dan jembatan solidaritas antar-matra yang ia bangun akan terus hidup di hati setiap prajurit yang pernah dipimpinnya.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Komandan. Natuna akan selalu merindukan ketegasan dan kehangatanmu.
(GRD/pen)














