Usai Muhibah Diplomasi 2026, Komandan KRI Bima Suci Lapor Panglima Kodaeral VIII di Manado

Jalesveva Jayamahe
Pelayaran Duta Bangsa latih praktik Kartika Jala Krida (KJK) Taruna AAL resmi tuntaskan etape terakhir di Sulawesi Utara sebelum kembali ke Surabaya.

MANADO, – Mengawali penyelesaian misi diplomasi internasional, Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, M.Tr.Opsla., melaksanakan Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) kepada Komandan Komando Daerah Armada (Kodaeral) VIII, Laksamana Pertama TNI Dery Triesnanto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla.

Pertemuan strategis yang berlangsung hangat di Lobby Markas Komando (Mako) Kodaeral VIII, Kota Manado, pada Senin (13/7/2026) ini menjadi penanda tuntasnya rangkaian Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tahun 2026.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Pertama TNI Tony Herdijanto, dan Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral VIII, yang memperkuat sinergi kepemimpinan di jajaran armada.

Dalam sambutannya, Laksda TNI Dery Triesnanto Suhendi menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh awak kapal dan Taruna atas keberhasilan mengemban misi negara.

Kehadiran kapal latih tiang tinggi kebanggaan Indonesia ini tidak hanya membawa nama baik TNI Angkatan Laut, tetapi juga secara aktif memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada masyarakat internasional serta mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat.

Sebelum sandar di Manado, kedatangan KRI Bima Suci disambut hangat oleh Kepala Dinas Hidrografi (Kadisyahal) Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Wahyu Basuki Mulyo Wibowo, beserta jajaran di Pelabuhan Bitung. Rangkaian penyambutan ini menegaskan kesiapan Kodaeral VIII sebagai pangkalan pendukung etape strategis di wilayah timur Indonesia.

Selama misi pelayaran, para Taruna AAL tidak hanya mengasah kemampuan navigasi dan bahari. Mereka juga menjalankan misi soft diplomacy melalui berbagai kegiatan internasional, seperti Deck Reception (resepsi diplomatik di atas kapal), Open Ship (kunjungan publik), serta pertunjukan memukau Genderang Suling Gita Jala Taruna yang sarat akan budaya Indonesia.

Letkol Sugeng Hariyanto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh jajaran Kodaeral VIII.

“Dukungan penuh selama kami singgah di Sulawesi Utara sebagai etape terakhir ini sangat berarti. Ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel sebelum kami kembali ke pangkalan induk di Surabaya untuk mempersiapkan penugasan berikutnya,” ujarnya.

Dengan rampungnya kunjungan ini, KRI Bima Suci membuktikan kembali perannya sebagai duta diplomasi maritim yang efektif, menjembatani pertahanan, pendidikan, dan budaya di panggung global.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *