IHSG Melesat 4 Persen, Sufmi Dasco Beri Sinyal Kuat: Pasar Tersulut Koordinasi DPR dan Perbankan

Tim Gerakan Indonesia Raya
Tim Gerakan Indonesia Raya

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan spektakuler pada perdagangan Selasa pagi ini, melonjak 4,01% atau setara 214 poin ke level 5.556,19.

Reli tajam ini terjadi hanya setengah jam sebelum penutupan sesi pertama, didorong oleh pernyataan positif dari sektor perbankan pasca-pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Pergerakan liar indeks saham pekan ini menegaskan bahwa pasar domestik masih bergerak mencari titik keseimbangan baru setelah gelombang tekanan jual besar beberapa hari sebelumnya. Namun, katalis utama pendorong sentimen pagi ini datang dari Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas). Turut hadir dalam forum tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Kepala Badan Pengaturan BUMN/COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh tokoh kunci sektor keuangan, yakni Putrama Wahju Setiawan (Ketua Himbara/Dirut PT Bank Negara Indonesia Tbk.) dan Hery Gunardi (Ketua Perbanas/Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.).

Seusai pertemuan, Sufmi Dasco menegaskan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan komprehensif dari para bankir. “Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan koordinasi dan serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air. Yang berdasarkan hasil diskusi perkembangannya sangat bagus,” ujar Dasco kepada awak media.

Sinyal positif ini langsung direspons oleh pelaku pasar. Tiga emiten perbankan terbesar RI, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Central Asia (BBCA), langsung bertransformasi menjadi motor penggerak indeks, menghapus stigma negatif yang sempat membayangi stabilitas likuiditas sebelumnya.

Secara teknikal, rebound tajam saat pembukaan lebih mencerminkan aksi bargain hunting masif. Pasar mulai menilai valuasi sejumlah saham big caps sudah berada di area yang sangat menarik pasca-koreksi dalam.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) menjadi bintang utama dengan kontribusi sekitar 24 poin terhadap IHSG. Lonjakan ini dipicu oleh dividen jumbo yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini. TLKM memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 221 per saham atau total Rp 21,9 triliun (setara 123% dari laba bersih 2025).

Menariknya, sebagian dana dividen, sekitar Rp4,2 triliun, diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya. Berdasarkan harga kemarin, dividen ini menawarkan yield fantastis sekitar 9% , menjadikannya magnet kuat bagi investor asing maupun domestik.

Selain TLKM, saham PT Sinar Mas Multi Artha (SMMA) juga turut menyumbang penguatan signifikan, mendampingi performa eksplosif para emiten perbankan BUMN.

Dari data perdagangan, optimisme mulai merembet lebih luas. Sebanyak 335 saham tercatat menguat, 262 saham melemah, dan 362 stagnan. Ini menandakan penguatan IHSG tidak hanya bertumpu pada segelintir saham berat, melainkan mulai merata.

Meski demikian, investor masih mencermati tekanan eksternal. Rupiah masih bertengger di sekitar Rp18.160 per dolar AS. Meski pelemahannya sudah mulai terbatas dan kondusif dibanding saat gelombang sell-off sebelumnya, volatilitas nilai tukar tetap menjadi catatan krusial.

Proyeksi Teknikal: Cermati Level Krusial 5.300

Pasar diperkirakan masih akan bergerak volatil di sisa sesi perdagangan. Sempat melonjak lebih dari 1,5% saat opening, indeks sempat terkoreksi cepat sebelum akhirnya kembali menemui momentum beli.

Area 5.300 kini menjadi level psikologis krusial yang harus dipertahankan. Jika koordinasi DPR dan sektor keuangan yang diinisiasi Sufmi Dasco ini terus menghasilkan sentimen kondusif, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali menembus zona resistensi berikutnya, memutus tren pelemahan yang sempat menakutkan investor.

Pasar kini menanti langkah lanjutan dari ‘sinyal damai’ antara legislatif dan perbankan nasional tersebut.

Sumber: CNBC/gurindam

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *