Tinjau Lanal Lampung, Panglima Koarmada RI Panen Melon Hingga Perkuat Infrastruktur Maritim

Pangkoarmada RI, Laksdya Denih Hendrata, Lanal Lampung, Pulau Kelagian, ketahanan pangan TNI AL
Pangkoarmada RI, Laksdya Denih Hendrata, Lanal Lampung, Pulau Kelagian, ketahanan pangan TNI AL

BANDAR LAMPUNG – Di balik kokohnya armada perang, ada cerita tentang tanah dan air yang dirawat. Jumat (3/7/2026) hingga Sabtu (4/7/2026), Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung menjadi potret hidup bagaimana prajurit laut merawat kedaulatan dari dua sisi pertahanan dan pangan.

Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menapaki satu per satu sudut markas yang berada di ujung selatan Sumatera ini.

Didampingi jajaran Pejabat Utama Koarmada RI, kedatangannya bukan sekadar inspeksi rutin. Ada pesan besar yang hendak ia baca dan sampaikan langsung dari garis depan.

Setibanya di Mako Lanal Lampung, Laksdya Denih menerima paparan dari Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Krido Satriyo Utomo.

Di ruang komando itu, terhampar laporan kondisi terkini satuan, capaian tugas pokok, hingga cetak biru pengembangan pangkalan ke depan. Bagi Pangkoarmada, kertas-kertas itu adalah detak jantung kesiapan operasi TNI AL di perairan strategis Lampung.

Usai mendengar paparan, perjalanan berlanjut ke lapangan. Mata Laksdya Denih menyisir fasilitas pendukung yang menjadi urat nadi operasi. Markas Komando ditinjau untuk memastikan sistem kendali berjalan prima. Lalu, langkahnya menuju dermaga Lanal Lampung.

Di sini, peningkatan kapasitas dan daya dukung fasilitas labuh menjadi sorotan. Dermaga bukan sekadar tempat kapal bersandar; ia adalah titik awal proyeksi kekuatan ke laut.

“Meliputi peninjauan Markas Komando, peningkatan kemampuan dan daya dukung dermaga sebagai faslabuh, peninjauan produksi ponton, juga peninjauan Pulau Kelagian sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertahanan maritim,” jelas keterangan resmi Dinas Penerangan Koarmada RI yang dikonfirmasi pada Minggu (5/7/2026).

Ponton-ponton produksi Lanal Lampung menjadi aset vital untuk mendukung mobilitas logistik di daerah kepulauan. Sementara Pulau Kelagian, dengan posisinya yang strategis, diproyeksikan sebagai simpul pengamanan di perairan barat Lampung.

Panen Melon: Sisi Lembut Prajurit

Di tengah ketegasan urusan alutsista, ada pemandangan yang merehatkan: Laksdya Denih Hendrata dan rombongan memasuki lahan budidaya milik Lanal Lampung. Di bawah naungan jaring, buah melon bergelayut ranum.

Di sana, Pangkoarmada memimpin langsung panen melon. Tangannya memetik buah, lalu memeriksanya dengan senyum tipis. Ini adalah wujud nyata bagaimana TNI AL menerjemahkan instruksi Presiden ke dalam tindakan konkret.

“Pangkoarmada RI beserta rombongan juga melaksanakan panen buah melon hasil budidaya Lanal Lampung, sebagai wujud nyata dukungan TNI AL terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” lanjut keterangan resmi tersebut.

Momen ini menjadi narasi kuat bahwa prajurit tidak hanya berlatih perang, tetapi juga bercocok tanam untuk hidup.

Di balik semua aktivitas itu, Lanal Lampung mengemban empat tugas pokok dan fungsi yang menjadi kompas pengabdiannya:

1. Dukungan Tempur dan Logistik: Menyediakan dukungan tempur, logistik, administrasi, dan khusus bagi unsur TNI AL yang beroperasi di wilayah Provinsi Lampung.

2. Operasi Keamanan Laut: Menyelenggarakan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) untuk menjaga kedaulatan di perairan Lampung.

3. Pemberdayaan Maritim: Melaksanakan pemberdayaan potensi maritim agar laut membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

4. Dukungan Lintas Instansi: Membuka pintu fasilitas pangkalan bagi kesatuan non TNI AL yang membutuhkan dukungan operasi.

Kunjungan ini menegaskan bahwa modernisasi alutsista harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

Dari dermaga yang diperkokoh hingga melon yang dipanen, Lanal Lampung menunjukkan bahwa menjaga negeri adalah tugas yang paripurna: menegakkan kedaulatan di laut, sekaligus menumbuhkan kehidupan di darat.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *