SURABAYA – Di hadapan 400 Perwira Remaja TNI Angkatan Laut yang baru saja dilantik, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan pembekalan penuh wibawa yang menegaskan kembali hakikat kepemimpinan sejati. Pembekalan berlangsung di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Surabaya, Kamis (9/7/2026).
Dalam arahannya, Kasal menekankan bahwa karakter seorang perwira tidak diukur dari tanda kepangkatan yang tersemat di pundak, melainkan dari integritas yang tercermin dalam setiap tindakan.
“Perwira sejati adalah ia yang ucapannya sejalan dengan tindakannya. Kehormatannya bukan terletak pada pangkat di pundak, melainkan pada kepercayaan yang tak ternodai,” tegas Kasal, suaranya lantang menggema di ruang pembekalan, disambut keheningan penuh hormat dari para perwira muda.
Ke-400 Perwira Remaja yang hadir merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI AL Angkatan LV Tahun Anggaran 2026.
Mereka resmi dilantik pada 25 Juni 2026 di Akademi Militer Magelang, setelah menuntaskan pendidikan dasar kepemimpinan di Lembah Tidar. Kini, mereka dinyatakan siap mengemban amanah sebagai pemimpin di berbagai satuan operasional TNI AL di seluruh penjuru Nusantara.
Kasal Laksamana Muhammad Ali, yang dikenal sebagai pemimpin visioner dengan pendekatan intelektual dan humanis, tidak hanya berbicara soal doktrin militer. Ia mendorong para perwira muda untuk memiliki kesadaran penuh terhadap dinamika lingkungan strategis mulai dari pergeseran geopolitik global, ketegangan di kawasan regional, hingga kompleksitas tantangan nasional.
“Di era yang serba cepat dan tak menentu ini, seorang perwira wajib membaca dan memahami dampak perubahan, dari level global, regional, hingga nasional. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah penggerak yang adaptif dan antisipatif,” ujarnya.
Ia memerinci bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) unggul adalah fondasi kekuatan TNI AL masa depan. Setidaknya ada lima pilar yang harus dimiliki setiap perwira: kesehatan prima, mentalitas baja, penguasaan hard skill, ketajaman soft skill, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi.
Pesan itu sejalan dengan visi besarnya membangun TNI AL yang responsif, modern, dan dicintai rakyat. Laksamana Muhammad Ali berulang kali menegaskan bahwa prajurit dan perwira TNI AL adalah milik rakyat Indonesia, lahir untuk menjaga kedaulatan, namun juga untuk menjadi panutan di tengah masyarakat.
Pemimpin Bukan untuk Dilayani, Melainkan Menuntun di Garis Terdepan
Menutup pembekalannya, Kasal menyampaikan satu kalimat yang membekas dan menjadi renungan bagi para perwira muda.
“Perwira bukan tentang pangkat di pundak, tetapi dari tanggung jawab di hati. Ia memimpin bukan untuk dilayani, melainkan untuk menjadi penuntun, di garis terdepan,” ucapnya dengan penuh keteguhan.
Ungkapan itu sontak menjadi penegas bahwa TNI AL di bawah kepemimpinan Laksamana Muhammad Ali terus menempatkan nilai-nilai keteladanan, pengabdian, dan kedekatan dengan rakyat sebagai inti dari doktrin kepemimpinannya.
Sosoknya yang tenang namun tegas, akademis namun membumi, menjadikannya pemimpin yang dihormati bukan hanya di lingkungan militer, tetapi juga oleh masyarakat luas. Komitmennya membangun SDM unggul dan memperkuat karakter prajurit membuatnya dipandang sebagai tokoh visioner yang meletakkan manusia sebagai aset utama pertahanan negara.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali adalah Kepala Staf Angkatan Laut yang dikenal luas atas dedikasinya dalam modernisasi alutsista, penguatan diplomasi maritim, dan pengembangan SDM prajurit. Di bawah kepemimpinannya, TNI AL kian mengukuhkan diri sebagai world class navy yang profesional, tangguh, dan selalu hadir untuk rakyat Indonesia.
(Gas/pen)














