TNI AL Bangun Jembatan Gantung di Maluku, Wujud Nyata Konektivitas dan Kemanunggalan dengan Rakyat

Angkatan Laut Indonesia
Angkatan Laut Indonesia

AMBON – Menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX meresmikan pembangunan Jembatan Gantung Kali Waisawa di Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku.

Pembangunan infrastruktur vital ini merupakan wujud nyata program Karya Bakti TNI AL, yang bertujuan memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali selalu menekankan bahwa kehadiran TNI AL harus dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat, terutama dalam mengatasi kesulitan dan membuka akses keterisolasian. Semangat inilah yang diimplementasikan oleh jajaran Kodaeral IX di Maluku.

Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, yang mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., meninjau langsung proses pembangunan jembatan tersebut.

Dalam peninjauannya, Laksma Risahdi menegaskan bahwa jembatan sepanjang 14 meter dan lebar 1 meter ini adalah urat nadi baru bagi mobilitas warga.

“Jembatan Gantung Kali Waisawa ini akan menjadi sarana penghubung vital bagi warga Dusun Sawa. Kami berharap infrastruktur ini dapat mempermudah seluruh aktivitas masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan,” ujar Laksma Risahdi didampingi Kepala Dinas Teritorial Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Frenky Jamris Akihary.

Proses pembangunan yang dimulai dua pekan lalu ini telah memasuki tahap krusial. Setelah sukses melaksanakan pengecoran pondasi dan tiang besi penyangga, personel TNI AL bersama masyarakat bahu-membahu memasang material utama jembatan.

“Kemarin, bersama masyarakat dan 30 personel Kodaeral IX, kita telah bergotong royong memotong tiga batang pohon kelapa dan mengangkutnya ke lokasi. Hari ini, kita fokuskan pada pemasangan batang kelapa dan tali bentangan jembatan gantung hingga tuntas,” jelasnya penuh semangat.

Laksma Risahdi juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat gotong royong yang menjadi roh pembangunan ini. Menurutnya, sinergi antara TNI dan rakyat adalah kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan daerah.

Program Karya Bakti ini diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku secara berkelanjutan.

Rasa syukur dan haru mendalam diungkapkan oleh tokoh agama setempat, Pendeta Thomas Pattinasarany.

“Terima kasih Tuhan telah memberikan kami jembatan melalui TNI AL. Semoga keberadaan jembatan ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di Negeri Tawiri, khususnya Dusun Sawa,” ungkapnya.

Manfaat jembatan ini langsung dirasakan oleh Kelvin Sambono, seorang siswa kelas 5 SD Negeri 1 Tawiri. Sebelumnya, Kelvin harus melepas sepatu dan menyeberangi kali yang deras setiap pagi dan petang untuk pergi ke sekolah.

Dengan raut ceria, Kelvin menuturkan pengalamannya, “Sekarang beta (saya) bisa menyeberang, tidak lagi buka sepatu, dan tidak takut terbawa arus kalau hujan tiba. Tidak perlu memutar jauh ke dusun sebelah untuk pergi dan pulang sekolah. Terima kasih TNI AL sudah bantu beta.”

Pembangunan Jembatan Gantung Kali Waisawa menjadi bukti nyata bahwa di bawah pandangan visioner Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL terus berlayar tanpa henti untuk merajut konektivitas Nusantara dari pinggiran, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *