KUPANG — Dalam langkah cepat tanggap darurat bencana, KRI Hiu-634 melaksanakan misi kemanusiaan dengan mengangkut puluhan ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses embarkasi berlangsung di Dermaga Kodaeral VII Kupang pada Kamis (20/8/2026) dengan pengawalan ketat serta prosedur keamanan standar militer.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI Angkatan Laut dalam mendukung percepatan penyaluran bantuan, khususnya bagi warga di daerah kepulauan yang akses transportasi daratnya terputus akibat bencana.
Bantuan yang dimuat ke dalam kapal perang tipe patroli cepat ini merupakan akumulasi solidaritas dari berbagai elemen bangsa. Adapun bantuan tersebut berasal dari Kodaeral VII Kupang, Bank Indonesia Pusat, Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Kupang, serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Komoditas bantuan yang diembarkasikan meliputi kebutuhan dasar mendesak bagi pengungsi, antara lain, Beras dan Air Mineral, Mi Instan dan Makanan Ringan, Obat-obatan dan Alat Kesehatan, Selimut dan Kebutuhan Logistik Pendukung Lainnya.
Komandan KRI Hiu-634 menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruang muat dan personel untuk memastikan seluruh bantuan tiba dalam kondisi baik. “Proses embarkasi berjalan tertib, aman, dan lancar. Seluruh bantuan ini diprioritaskan untuk warga di daerah terluar yang sulit dijangkau transportasi darat,” ujar perwakilan TNI AL di lokasi.
Gempa yang mengguncang wilayah NTT menyebabkan beberapa akses jalan dan jembatan di pulau-pulau kecil mengalami kerusakan. Kehadiran KRI Hiu-634 menjadi tulang punggung distribusi logistik, memanfaatkan keunggulan manuver kapal perang yang mampu merapat ke dermaga-dermaga kecil maupun melakukan transfer bantuan menggunakan sekoci (RHIB) ke pantai.
Sinergi antara TNI AL dengan Bank Indonesia dan instansi kesehatan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektoral. Bantuan obat-obatan dari Dinas Kesehatan dan PABI diharapkan mampu mencegah lonjakan penyakit pasca-bencana di lokasi pengungsian.
TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa tugas pokoknya tidak hanya menegakkan kedaulatan dan hukum di laut, tetapi juga hadir di tengah kesulitan masyarakat melalui OMSP. Bantuan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa alutsista militer dapat dimaksimalkan untuk mempercepat respons darurat di wilayah maritim Indonesia.
Dengan dukungan KRI Hiu-634, diharapkan beban masyarakat terdampak gempa di NTT dapat segera berkurang, serta rantai pasokan kebutuhan pokok kembali pulih selama masa tanggap darurat berlangsung.
(Gas/pen)














