Pangkoarmada RI Tekankan Profesionalisme, Kesiapsiagaan Tempur di Kodaeral IX Ambon

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

AMBON – Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX di Halong, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (29/8/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional satuan di wilayah perairan timur Indonesia.

Dalam arahannya, Pangkoarmada RI menekankan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh prajurit: kesiapsiagaan operasional, disiplin, dan profesionalisme. Penekanan ini dinilai krusial mengingat posisi geografis Kodaeral IX yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan laut di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Kunjungan Pangkoarmada RI beserta rombongan, termasuk Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Kiki Denih Hendrata dan para Asisten Panglima, diterima langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., melalui upacara penerimaan kehormatan di Lobby Mako Kodaeral IX.

Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral IX menyampaikan Laporan Komando yang komprehensif. Laporan ini mencakup kondisi aktual satuan, kesiapan personel, serta status unsur-unsur TNI AL di bawah jajarannya.

Laporan ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat koordinasi vertikal antara komando kewilayahan dan komando atas dalam menghadapi dinamika keamanan laut.

Rangkaian inti kegiatan dilanjutkan di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX. Selain dihadiri langsung oleh personel Kodaeral IX dan Guspurla Koarmada III, pengarahan ini juga diikuti secara virtual oleh seluruh Pangkalan TNI AL (Lanal) di bawah jajaran Kodaeral IX.

Suasana tatap muka berlangsung interaktif dan humanis. Pangkoarmada tidak hanya memberikan pengarahan, tetapi juga membuka ruang dialog serta menggelar kuis bagi para prajurit. Langkah ini dilakukan untuk menguji pemahaman prajurit terhadap tugas pokok serta menjaga semangat dan moril pasukan.

“Prajurit Jala Nanggala harus tangguh, disiplin, dan loyal. Kesiapsiagaan adalah kunci. Wilayah timur memiliki tantangan yang kompleks, oleh karena itu profesionalisme tidak bisa ditawar,” tegas Laksdya Denih Hendrata dalam arahannya.

Tak hanya fokus pada aspek militer, kunjungan kerja ini juga menyentuh aspek kesejahteraan dan kemanusiaan. Pangkoarmada RI beserta Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada RI menyerahkan bantuan sosial kepada para warakawuri (janda purnawirawan/pejuang TNI AL) serta anak-anak berkebutuhan khusus.

Aksi sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan solidaritas institusi TNI AL terhadap keluarga besar yang membutuhkan, memperkuat ikatan emosional antara prajurit aktif, purnawirawan, dan keluarganya.

Kegiatan kunjungan kerja resmi ditutup dengan pelaksanaan tradisi penghormatan prajurit atau Valreep. Tradisi ini menandakan ikatan kebersamaan dan penghormatan tertinggi satuan kepada pimpinan yang telah memberikan wejangan serta motivasi.

Kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tempur dan koordinasi antara Koarmada RI dengan jajaran Kodaeral IX dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan timur Indonesia yang strategis.

(GRD/PEN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *