39 Personel Gabungan Razia THM Surabaya, Pom Kodaeral V Tegakkan Disiplin Prajurit

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

SURABAYA – Dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib prajurit serta mendukung terciptanya ketertiban di lingkungan masyarakat, Polisi Militer Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Pom Kodaeral) V melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) Gabungan/Razia di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) wilayah Surabaya. Operasi berlangsung sejak Jumat (11/9/2026) malam hingga Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Pom Kodaeral V bersama unsur Polisi Militer TNI AD, Polisi Militer TNI AU, Propam Polrestabes Surabaya, dan BNN Surabaya.

Operasi diawali dengan apel kelengkapan tim di Markas Detasemen Polisi Militer (Madenpom) V/4, Surabaya, sebelum tim gabungan bergerak melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat hiburan malam.

Dalam pelaksanaan Opsgaktib Gabungan tersebut, kekuatan personel yang terlibat sebanyak 39 personel, terdiri dari 2 personel Pom Kodaeral V, 30 personel Pom AD, 2 personel Pom AU, 2 personel Propam Polrestabes Surabaya, dan 3 personel BNN Surabaya.

Pelaksanaan Opsgaktib Gabungan/Razia ini merupakan wujud sinergitas dan koordinasi antarinstansi dalam mendukung penegakan disiplin, tata tertib, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku bagi prajurit TNI dan personel Polri.

Melalui kegiatan ini, Pom Kodaeral V terus berkomitmen mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum dan disiplin militer, sekaligus memperkuat sinergitas dengan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait guna mewujudkan ketertiban serta profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Operasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas institusi dalam menjaga disiplin aparat negara. Keterlibatan BNN Surabaya turut memperkuat dimensi pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan prajurit dan masyarakat. Sementara kehadiran Propam Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa penegakan disiplin tidak hanya menyasar prajurit TNI, tetapi juga personel Polri yang diduga melanggar ketentuan.

Pom Kodaeral V menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah preventif dan represif dalam menekan angka pelanggaran.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh prajurit dan aparat penegak hukum untuk senantiasa menjaga integritas serta kehormatan institusi di mata publik.

(GRD/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *