JAYAPURA – Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah Timur.
Penegasan ini disampaikan langsung dalam kunjungan kerja strategis ke Markas Komando (Mako) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X, Jayapura, Papua, pada Selasa (1/9/2026).
Kunjungan Panglima yang didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri, Ny. Kiki Denih Hendrata, ini bukan sekadar seremonial, melainkan bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional prajurit, menyerap aspirasi personel, serta mengidentifikasi secara langsung kendala teknis yang dihadapi satuan dalam mengawal perairan strategis Papua.

Setibanya di Mako Kodaeral X, Laksamana Denih Hendrata beserta rombongan disambut dengan upacara jajar kehormatan (Valrepp) serta tradisi khas TNI AL. Dalam sesi tatap muka dengan prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Panglima memberikan pengarahan tegas.
“Papua adalah wilayah strategis dengan dinamika yang kompleks. Saya menekankan agar seluruh prajurit menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta memegang teguh disiplin. Kita harus siap menghadapi tantangan tugas apa pun demi menjaga keutuhan NKRI,” tegas Laksamana Denih Hendrata di hadapan prajurit Kodaeral X.
Panglima juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertahanan serta sinergitas antar instansi di wilayah Papua untuk menciptakan stabilitas keamanan laut yang kondusif.

Selain memberikan pengarahan, agenda padat Panglima Koarmada RI juga diisi dengan serangkaian kegiatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup prajurit. Rombongan melakukan tour facility untuk memeriksa kondisi infrastruktur pangkalan, meninjau Taman Kanak-Kanak (TK) Hang Tuah, serta melaksanakan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian lingkungan.
Puncak dari agenda di Mako adalah penandatanganan prasasti Puskodal (Pusat Kendali Operasi) dan Rumah Jabatan Wakil Komandan (Rumjab Wadan). Peresmian ini menandai peningkatan kapasitas sistem komando dan kesejahteraan personel di jajaran Kodaeral X.
Tidak berhenti di area markas, Panglima Koarmada RI menunjukkan atensi khusus terhadap aspek pertahanan teritorial. Rombongan pejabat tinggi TNI AL tersebut selanjutnya bergerak menuju kawasan Perbatasan Skouw, perbatasan darat antara Indonesia dan Papua Nugini (PNG).
Peninjauan ini merupakan sinyal kuat bahwa TNI AL, khususnya Koarmada RI, memandang wilayah perbatasan sebagai beranda depan negara yang harus dijaga ketat. Kunjungan ini juga bertujuan untuk melihat secara byak (langsung) potensi kerawanan dan kebutuhan pengamanan di titik-titik vital.
Kunjungan kerja Panglima Koarmada RI ke Papua ini menjadi bukti nyata perhatian pimpinan TNI AL terhadap prajurit yang bertugas di garda terdepan. Dengan pengesahan puskodal dan peningkatan fasilitas, diharapkan kesiapsiagaan operasional Koarmada III dalam merespons berbagai dinamika keamanan maritim di wilayah timur Indonesia semakin optimal.
Kehadiran Panglima di perbatasan Skouw juga menegaskan bahwa TNI AL hadir bukan hanya di laut, tetapi juga memastikan kedaulatan darat dan udara di wilayah terluar tetap terjaga.
(Pen/grd)














