FAKFAK, PAPUA BARAT – Di tengah deburan ombak dan terik matahari perairan Fakfak, Papua Barat, sebuah pemandangan tak biasa terlihat pada Senin (5/10/2026). Kapal perang KRI Posepa-870 yang sedang melaksanakan patroli dalam Operasi Perisai Sura-26 Periode IV tiba-tiba mendekati kapal-kapal nelayan yang tengah mencari ikan. Bukan untuk memeriksa, melainkan untuk berbagi.
Momen itu menjadi babak baru dalam pelaksanaan operasi keamanan laut. KRI Posepa-870 dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memilih untuk menyempatkan diri berbagi kepedulian dengan masyarakat pesisir, sejalan dengan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan bahwa TNI AL harus hadir sebagai penjaga kedaulatan sekaligus sahabat rakyat maritim.
Amanat Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bukan sekadar kalimat di atas kertas. Ia menjadi napas yang mengalir dalam setiap gerak prajurit di laut. Kasal berpesan agar TNI AL senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari laut, karena kekuatan TNI AL sesungguhnya bersumber dari rakyat.
Pesan itulah yang kemudian diwujudkan oleh Komandan KRI Posepa-870 Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana, S.S.T.Han., bersama prajurit KRI Posepa-870 dan personel Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III yang tergabung dalam operasi.
Sembako yang Berlayar Menjemput Nelayan
Alih-alih menunggu nelayan datang ke dermaga, para prajurit memilih menjemput mereka langsung di tengah laut. Paket-paket sembako diserahkan dari tangan ke tangan, dari dek kapal perang ke dek perahu nelayan, disertai senyum dan sapaan hangat.
“Paket sembako diserahkan secara langsung kepada para nelayan yang ditemui saat menjalankan aktivitasnya di laut,” ujar Mayor Laut (P) Muhammad Fachri Wardana.
Kalimat sederhana itu menyimpan makna mendalam. Bahwa di balik lambung baja dan meriam yang menjaga perairan, ada hati yang peduli pada mereka yang setiap hari menantang gelombang demi sesuap nasi. Fachri menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya pada laut.
Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Momentum ini dimanfaatkan prajurit TNI AL untuk membangun kedekatan sekaligus komunikasi dengan masyarakat maritim. Bagi TNI AL, ulang tahun bukan sekadar upacara dan defile, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan rakyat yang dilindunginya.
Para nelayan menyambut hangat bantuan tersebut. Wajah-wajah yang lelah setelah berjam-jam melaut berubah cerah.
Mereka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AL, khususnya Kodaeral IX dan Guskamla Koarmada III, atas perhatian yang diberikan. Bagi mereka, kehadiran kapal perang yang biasanya hanya melintas jauh di cakrawala kini benar-benar menyentuh kehidupan mereka.
Kehadiran prajurit di tengah aktivitas masyarakat pesisir menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas TNI AL tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan pertahanan laut, tetapi juga diiringi kepedulian terhadap masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sumber daya laut.
Operasi Perisai Sura-26 sendiri merupakan operasi yang menitikberatkan pada pengamanan laut. Namun, dalam pelaksanaannya, operasi ini tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat pesisir. TNI AL menyadari bahwa keamanan laut tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan senjata, tetapi juga dengan kepercayaan dan kedekatan dengan rakyat.
Melalui kegiatan tersebut, TNI AL berharap hubungan dengan masyarakat pesisir semakin dekat sehingga semangat kebersamaan dan kepedulian di wilayah maritim terus terjaga. Kegiatan berbagi sembako ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI AL di laut tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sahabat bagi rakyat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.
Sebagaimana amanat Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali: TNI AL tidak pernah jauh dari rakyat. Di laut, di pesisir, di pulau-pulau terluar, prajurit TNI AL akan selalu hadir—bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai saudara yang berbagi.
(Dispen Kodaeral IX/grd)














