Prajurit TNI AL SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pemancing Terjatuh di Tebing Klingking Nusa Penida

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

NUSA PENIDA – Dalam operasi evakuasi dramatis yang menguji adrenalin dan solidaritas, Prajurit TNI Angkatan Laut dari Posal Nusa Penida bersama Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pemancing yang nahas terjatuh dari tebing curam di kawasan Klibun Klingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Sabtu (25/4).

Korban, Nyoman Rame (49), dilaporkan hilang sehari sebelumnya, Jumat (24/4), saat sedang memancing di area yang dikenal sebagai salah satu spot ekstrem namun indah di pulau eksotis itu. Kejadian ini sontak menggegerkan warga setempat dan menyedot perhatian banyak pihak, mengingat lokasi jatuhnya korban berada di tebing tinggi dengan kontur batuan karang dan deburan ombak di bawahnya.

Drama pencarian dimulai begitu laporan hilangnya korban diterima, melibatkan personel TNI AL, Basarnas, aparat desa, dan warga yang tak kenal lelah menyusuri tebing-tebing terjal dan berbahaya.

Salah satu personel yang enggan disebutkan namanya menuturkan, “Turun ke lokasi itu seperti masuk ke mulut naga. Sekali salah injak, nyawa taruhannya. Tapi kami terus fokus, karena kami tahu keluarga korban menanti dengan harap-harap cemas.”

Setelah upaya pencarian yang melelahkan, jasad korban akhirnya ditemukan di sela-sela karang di dasar tebing. Proses evakuasi berlangsung menegangkan.

Tim harus menggunakan peralatan vertical rescue untuk mengangkat jenazah dari jurang terjal menuju dataran tinggi yang lebih aman. Tebing vertikal setinggi puluhan meter, angin kencang, dan licinnya batu menjadi lawan yang tak kasatmata.

Dengan perhitungan matang dan koordinasi apik, operasi yang menguras emosi itu tuntas dengan selamat, tanpa menambah korban di pihak penolong.

Komandan Posal Nusa Penida di lokasi menyampaikan, operasi ini adalah cerminan dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, untuk senantiasa hadir menjamin keselamatan masyarakat maritim.

BACA JUGA :  Cerita Tukang Cukur niat Menunaikan Rukun Islam Ke Lima Ibadah Haji

“Ini adalah bukti bahwa di tengah duka, sinergi TNI AL, SAR, dan masyarakat lokal bisa menjadi tangan-tangan penyelamat yang mengangkat harapan, bahkan ketika hasilnya pahit. Kami berkomitmen menjadi pelindung di setiap jengkal perairan dan pesisir Nusantara,” tegasnya.

Jenazah korban, setelah berhasil dievakuasi, langsung diserahkan kepada keluarga yang telah menanti di lokasi dengan tangis haru. Isak tangis pecah, bercampur ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh tim yang telah mempertaruhkan nyawa demi memulangkan almarhum ke pelukan keluarga.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pahit bagi para penggiat wisata dan pemancing: tebing-tebing eksotis Nusa Penida menyimpan bahaya yang tak boleh diremehkan. Keindahannya memikat, tapi satu langkah khilaf bisa menjadi petaka.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pesisir,” tutup perwakilan tim SAR Gabungan.

(GRD/pen)

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *