SEMARANG – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V (Dankodaeral V) Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menyambut langsung kedatangan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di Semarang, Rabu (22/4).
Kehadiran orang nomor satu di matra laut ini merupakan bagian dari agenda strategis menghadiri rangkaian puncak Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) Tahun Anggaran 2026 yang berpusat di perairan Laut Jawa.
Kedatangan Kasal disambut dengan penghormatan militer oleh jajaran pejabat TNI, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah dan Kota Semarang. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan eratnya sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah strategis.
Menguji Taring Alutsista di Halaman Depan Nusantara
Latopslagab TA 2026 bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, selaku Direktur Latihan, menegaskan bahwa latihan ini mengusung tema operasi laut gabungan untuk menghancurkan kekuatan armada lawan di wilayah operasi Laut Jawa guna mendukung tugas pokok TNI . Tema tersebut mencerminkan kesiapan TNI AL dalam merespons spektrum ancaman yang semakin kompleks di era modern.
“Latopslagab ini merupakan ajang untuk menguji kesiapan tempur alutsista serta meningkatkan interoperabilitas antar unsur,” tegas Laksamana Madya TNI Denih Hendrata dalam konferensi video. Interoperabilitas menjadi kata kunci dalam latihan ini, memastikan bahwa Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), pesawat udara, dan pasukan khusus dapat bergerak dalam satu komando yang terintegrasi mulus.
Dalam apel gelar pasukan yang berlangsung di Surabaya, Pangkoarmada RI mewanti-wanti ribuan prajurit Jalasena agar tidak menganggap latihan ini sebagai parade biasa.
Denih menuntut simulasi tempur berjalan realistis dengan mentalitas hidup-mati. “Tanamkan dalam pikiran kalian bahwa dalam setiap operasi, hanya ada dua kemungkinan: kita atau musuh yang hancur,” tegasnya.
Semangat ini sejalan dengan arahan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang senantiasa menekankan pentingnya kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga kedaulatan laut. Laut Jawa yang menjadi lokasi latihan dipandang sebagai “halaman depan” rumah yang harus dijaga dengan tingkat kewaspadaan tertinggi.
Pembuktian Rudal Strategis dan Artileri
Bukan sekadar manuver manuver kapal, Latopslagab 2026 menjadi panggung pembuktian performa persenjataan strategis TNI AL. Sejumlah rudal penghancur kapal dan pertahanan udara akan diuji secara langsung, di antaranya:
Exocet MM40 Block III: Rudal anti-kapal andalan armada kombatan, C-705: Rudal jarak menengah dengan daya hancur tinggi, VL Mica dan Mistral Manpad: Sistem pertahanan udara untuk menangkal ancaman serangan dari atas.
Selain aspek ofensif dan defensif, kompetisi artileri meriam kapal juga menjadi agenda penting untuk mengasah akurasi para awak KRI. Seluruh rangkaian uji coba ini bertujuan mengevaluasi kesiapan operasional TNI AL di tengah dinamika konflik global yang kian tidak terprediksi.
Kehadiran Kasal Laksamana TNI Dr Muhammad Ali di Semarang bersama jajaran Kodaeral V menjadi simbol kuat bahwa dukungan pangkalan dan komando kewilayahan sangat vital dalam operasi skala besar.
Sinergi antara pemimpin tertinggi dan satuan pelaksana di lapangan memastikan bahwa setiap misi, mulai dari penembakan rudal hingga manuver kapal, berjalan presisi dan sesuai doktrin pertahanan negara.
“Laksanakan tugas dengan dedikasi tulus. Kita buktikan, TNI AL senantiasa siap menjalankan misi tempur di tengah samudra,” pungkas Pangkoarmada RI . Dengan berakhirnya latihan pada 25 April mendatang, TNI AL optimis dapat terus menjaga keutuhan wilayah serta melindungi kedaulatan bangsa dari berbagai ancaman di laut.













