JAKARTA PUSAT – Di tengah hiruk pikuk ibu kota, sebuah ruangan di Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) R.E. Martadinata menjadi saksi bisu bergeraknya roda birokrasi kesehatan yang strategis.
Rabu (22/4/2026), TNI Angkatan Laut menggelar pengarahan dan pembinaan massal bagi para dokter gigi (DRG) dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan yang diikuti oleh 294 personel (94 hadir fisik dan 200 daring) ini bukanlah sekadar rutinitas kedinasan, melainkan perwujudan konkret dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali: mewujudkan prajurit Jalasena yang profesional, modern, dan tangguh.
Acara yang berpusat di Ladokgi R.E. Martadinata, Jakarta Pusat, dibuka secara resmi oleh Pgs. Kepala Ladokgi RE Martadinata Kolonel Laut (K) drg. Ketut Triwanto, Sp. Ort. Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan sebagai Pilar Pertahanan Negara.
Pengarahan strategis kemudian disampaikan langsung oleh dua pejabat tinggi TNI AL. Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Laut (Kapuskesal) Laksamana Muda TNI dr. Sujoko, Sp. B, serta Sahli Kasal Tk.II Bidang Manajemen SDM Laksma TNI Dr. drg. F. Sri Wahyuni, M.A.R.S., CIQaR., F.I.C.D.
Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa peran dokter gigi TNI AL telah bergeser dari sekadar “tukang tambal gigi” menjadi komponen vital dalam Dukungan Kesehatan (Dukkes) dan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut (Yankes) yang adaptif dan berstandar tinggi.
Hal ini sejalan dengan komitmen Puskesal dalam mendorong inovasi layanan kesehatan digital dan pengembangan ilmu kedokteran kelautan untuk mendukung kesiapsiagaan operasional.
“Kesehatan gigi dan mulut prajurit adalah fondasi kekuatan tempur. Tidak mungkin seorang prajurit dapat beroperasi maksimal di medan berat jika terganggu kesehatan gigi dan mulutnya. Inilah wujud nyata arahan Bapak Kasal bahwa kesehatan adalah modal utama pertahanan negara,” ujar Laksma TNI Dr. drg. F. Sri Wahyuni di sela-sela acara.
Materi pembinaan dalam acara ini diperkuat oleh jajaran pemateri ahli yang merupakan tulang punggung kedokteran gigi matra laut:
Kolonel Laut (K/W) drg. Trisnawati Riana I, Sp.KG (Ka RSGM Ladokgi R.E. Martadinata), Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla (Danrumkit Marinir Cilandak), Kolonel Laut (K) Dr. drg. Heri Herliana, Sp.BM., Subsp.TM-TMJ(K)., M.H.Kes., M.Tr.Opsla (Kade? Dokgimil Ladokgi R.E. Martadinata), Kolonel Laut (K) drg. Abdullah Mugan, Sp.Pros (Kadep Diklat Ladokgi R.E.Martadinata), Kolonel Laut (K) Dr. drg. Krisnadi Setiawan, Sp.Pros (Kaladokgi Yos Sudarso Makassar).
Diskusi interaktif yang terbangun menunjukkan tingginya antusiasme para peserta. Penerapan metode hybrid (luring dan daring) ini menjadi bukti adaptasi TNI AL terhadap teknologi informasi.
Langkah ini tidak hanya memangkas biaya dan waktu tempuh bagi dokter gigi yang bertugas di pulau terluar, tetapi juga memastikan bahwa transfer pengetahuan dan penyamaan persepsi dapat dilakukan secara merata, efisien, dan tepat sasaran.
Mewujudkan TNI AL yang Dicintai Rakyat
Kegiatan ini secara tegas menggarisbawahi bahwa pembinaan personel kesehatan tidak hanya berorientasi pada Operasi Militer Perang (OMP), tetapi juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Seperti yang sering ditekankan oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, profesionalisme prajurit harus berbanding lurus dengan kecintaan rakyat.
Dengan meningkatnya kualitas, soliditas, dan profesionalisme 294 dokter gigi ini, diharapkan pelayanan kesehatan TNI AL bagi prajurit, keluarga, dan masyarakat pesisir semakin prima. Mulai dari layanan di klinik pratama hingga dukungan medis di atas geladak KRI dan klinik-klinik terapung di daerah rawan, para dokter gigi Jalasena ini siap menjadi garda terdepan.
(GRD/PEN)













