AMBON – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan pemerintah tidak boleh menurunkan produktivitas dan kedisiplinan prajurit.
Ia meminta seluruh personel TNI AL menyikapi kebijakan efisiensi energi ini secara bijak dan penuh tanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan melalui amanat tertulis yang dibacakan oleh Aspers Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Rojilun, saat memimpin upacara di Lapangan Apel Kodaeral IX, Kota Ambon, Senin (20/7/2026).
Dalam arahannya, Kasal menekankan bahwa fleksibilitas kerja bukan berarti melonggarkan standar operasional. Ia menginstruksikan agar seluruh personel tetap menjaga efektivitas kerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan kesiapan operasional tetap prima.
“Seluruh personel tetap menjaga disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, baik saat bekerja dari kantor maupun dari rumah,” tegas Kasal.
Pemanfaatan teknologi digital disebut sebagai kunci agar rantai komando dan sistem pertahanan tetap berjalan lancar meski sebagian personel menjalankan tugas dari tempat tinggal masing-masing.
Selain menyoroti profesionalisme, Kasal turut mewanti-wanti ancaman non-fisik di era digital, khususnya penyebaran hoaks, disinformasi, dan provokasi. Ia mengingatkan prajurit agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah soliditas.
“Saya instruksikan agar senantiasa memegang teguh komitmen netralitas TNI, menjaga soliditas internal, serta tetap fokus pada tugas pokok sebagai benteng pertahanan negara di laut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kasal menyampaikan komitmen TNI AL untuk terus memperkuat pertahanan melalui modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (alutsista).
Namun, ia menekankan bahwa canggihnya teknologi harus sejalan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Modernisasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM sesuai prinsip ‘The man behind the gun’. Kemampuan prajurit menjadi faktor utama dalam mengoperasikan teknologi pertahanan modern,” ucap Kasal.
Pernyataan ini menegaskan bahwa di tengah penyesuaian pola kerja, TNI AL tetap bergerak maju memperkuat armada dan kesiapan tempur guna menghadapi dinamika ancaman global.
(RRI/GRD)














