BANDUNG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat terus berinovasi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Melalui program unggulan “Ananda Bersinar”, BNNP Jabar membuktikan bahwa pendekatan seni dan budaya asli Indonesia mampu menjadi benteng pertahanan yang efektif melawan bahaya narkotika.
Kepala BNNP Jabar, Brigjen Pol Pudjo Sulistyo, menegaskan bahwa strategi infiltrasi budaya ini sengaja dipilih untuk menyentuh sisi emosional dan kesadaran diri para pelajar dan pemuda. Menurutnya, generasi muda akan lebih mudah menerima pesan anti-narkoba jika disampaikan melalui medium yang mereka cintai, yaitu seni.
“Seni dan budaya asli Indonesia melalui program Ananda Bersinar ini efektif mencegah dan mengajak anak-anak muda di Jawa Barat berkarya. Sehingga mereka terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan narkoba. Dengan budaya, kita mudah masuk ke hati generasi muda agar mereka clean and clear dari bahaya rongrongan musuh negara yaitu narkoba,” ujar Brigjen Pol Pudjo Sulistyo dalam keterangannya, Rabu.
Program Ananda Bersinar sendiri merupakan kompetisi dan ajang unjuk bakat yang memadukan unsur tradisi lokal dengan pesan-pesan positif anti-narkoba.
BNNP Jabar menilai, dengan menyibukkan generasi muda pada kegiatan produktif dan kreatif, secara tidak langsung menjauhkan mereka dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan, Babak Grand Final Ananda Bersinar akan segera digelar. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026 di Gedung YKB (Yayasan Kebudayaan Bandung), kawasan Braga, Kota Bandung.
Sebanyak 8 kelompok kategori pelajar dan 8 kelompok kategori umum telah dinyatakan lolos seleksi dan akan bertarung di babak final. Mereka akan menampilkan karya seni terbaiknya sebagai representasi generasi muda Jawa Barat yang berkomitmen melawan narkoba.
Pemilihan lokasi di Gedung YKB Braga memiliki nilai strategis dan simbolis. Kawasan Braga merupakan pusat sejarah dan kebudayaan Kota Bandung, sehingga diharapkan dapat memperkuat branding bahwa budaya adalah identitas yang harus dijaga dari ancaman narkotika.
Program Ananda Bersinar membuktikan bahwa perang melawan narkoba tidak selalu harus melalui penindakan hukum, namun juga dapat dilakukan melalui sentuhan hati dan kreativitas.
BNNP Jabar berharap, dengan pendekatan yang humanis ini, generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi individu yang berprestasi dan bebas dari narkoba.
(Rl/GRD)














