Amanah Kasal di Haul Masyayikh Situbondo: Perkuat Spiritual dan Ketakwaan Lewat Sholawat Nariyah

Kehadiran prajurit TNI AL di tengah 100.000 jamaah Sholawat Nariyah
Kehadiran prajurit TNI AL di tengah 100.000 jamaah Sholawat Nariyah

SITUBONDO – Mengemban amanah spiritual Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut kembali menegaskan komitmennya dalam membina keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat.

Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Kodaeral V, Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, mewakili Komandan Kodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan Haul Masyayikh Bersama Jamaah Sholawat Nariyah di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (20/7/2026) pagi.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Pondok Pesantren Walisongo di bawah asuhan KHR. Moch. Kholil As’ad Syamsul Arifin ini bukan sekadar seremoni keagamaan biasa.

Sekitar 100.000 jamaah dari berbagai daerah memadati alun-alun, menciptakan lautan manusia yang khusyuk dalam lantunan pujian kepada Rasulullah SAW.

Kehadiran TNI AL dalam forum ini merupakan pengejawantahan langsung dari visi Kasal yang menekankan bahwa prajurit Jalasena tidak hanya kuat secara fisik dan doktrin perang, tetapi juga harus menjadi imam dalam spiritualitas dan ketakwaan.

“Atas nama pimpinan TNI AL, kehadiran kami di sini adalah wujud syukur dan ikhtiar untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amanah Bapak Kasal sangat jelas, prajurit TNI AL harus kuat secara profesional, namun semakin kokoh dalam keimanan. TNI AL harus menjadi bagian dari solusi perdamaian dan kesejukan umat,” ujar Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana di sela kegiatan.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, jajaran Forkopimda Situbondo, serta para masyayikh dan tokoh masyarakat.

Rangkaian ibadah meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah mendalam dari para ulama, pembacaan Sholawat Nariyah, Mahallul Qiyam, dan doa bersama yang menggetarkan.

Dalam tausiyahnya, para ulama menyerukan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mendoakan keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa. Seruan ini selaras dengan nafas perjuangan TNI AL yang tidak hanya bertugas di laut, tetapi juga wajib merekatkan kebhinekaan di darat.

Sinergi TNI-Rakyat Jaga Stabilitas Bangsa

Partisipasi aktif TNI AL dalam kegiatan massal keagamaan ini merupakan bukti nyata implementasi peran TNI sebagai alat pertahanan negara yang adaptif.

Di tengah tantangan global, menjaga stabilitas nasional tidak cukup hanya dengan kekuatan alutsista, melainkan harus diperkuat dengan benteng moral dan spiritual masyarakat.

“Kegiatan seperti ini adalah deteksi dini dan pembinaan ketahanan nasional. Ketika hati masyarakat sejuk dan jiwa mereka dipenuhi kecintaan kepada Rasulullah, di situlah ketahanan negara sesungguhnya terbangun. TNI AL akan terus hadir, tidak hanya di laut lepas, tetapi di tengah majelis-majelis ilmu dan dzikir,” tambah Kolonel Anton.

Kehadiran prajurit TNI AL di tengah 100.000 jamaah Sholawat Nariyah ini menjadi simbol bahwa NKRI dibangun di atas fondasi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan aparat keamanan yang terlihat kompak di Situbondo diharapkan menjadi energi positif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang aman, sejahtera, dan religius.

(Gas/pen)

Penulis: Rahmad Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *