Kasal Muhammad Ali Perkuat Diplomasi Maritim di Pakistan, Sambung Kata Presiden Prabowo soal Thousand Friends, Zero Enemy

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

JAKARTA – Diplomasi Maritim Indonesia kembali menorehkan langkah strategis di kancah global. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin langsung delegasi TNI Angkatan Laut dalam kunjungan kerja ke Pakistan, sebagai wujud nyata memperkuat kerja sama pertahanan strategis dan mengimplementasikan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di pergaulan internasional.

Kunjungan ini menjadi salah satu sambungan kata kebijakan luar negeri Presiden Prabowo yang menekankan prinsip “Thousand Friends, Zero Enemy”  Indonesia terbuka berteman dengan semua negara dan menghindari konflik terbuka guna mendukung politik luar negeri bebas aktif yang menjunjung tinggi saling menghormati antar bangsa.

Delegasi TNI AL yang dipimpin Kasal didampingi Asintel Kasal, Asops Kasal, Aspers Kasal, Danguskamla Koarmada I, dan staf melaksanakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat tinggi Pakistan di Islamabad, meliputi,  Presiden Pakistan, H.E. Asif Ali Zardari, Chief of Defence Forces (CDF)/Chief of Army Staff (COAS), Field Marshal Asim Munir serta Chief of Naval Staff Pakistan Navy, Admiral Naveed Ashraf.

Pertemuan berlangsung dalam semangat persahabatan dan kesamaan visi misi untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Di Karachi, delegasi TNI AL menggelar pertemuan dengan, Managing Director Karachi Shipyard and Engineering Works, Rear Admiral Salman Ilyas, Commander Karachi, Vice Admiral Muhammad Faisal Abbas, Commander Coastal Command, Vice Admiral Faisal Amin, Commander Pakistan Fleet, Vice Admiral Abdul Munib.

Kasal juga berkesempatan mengunjungi fasilitas penting Angkatan Laut Pakistan, antara lain Pakistan Naval Academy PNS Rahbar, kapal selam terbaru PNS Hangor, serta kapal frigate PNS Tughril (F261).

 

Beberapa poin strategis yang dibahas secara komprehensif dalam pertemuan bilateral meliputi:

1. Peningkatan kerja sama latihan bersama antar angkatan laut kedua negara.

2. Pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengiriman personel untuk pendidikan dan kursus.

3. Penjajakan pengembangan kekuatan pertahanan dan teknologi kemiliteran.

4. Kolaborasi lintas kelembagaan untuk memperkuat kapasitas pertahanan.

Kunjungan ke fasilitas dan alutsista Pakistan membuka peluang bertukar pikiran dalam pengembangan kualitas pendidikan, latihan, manajemen operasional armada, peningkatan kapasitas dan teknologi Alpalhankam, serta penguatan industri pertahanan nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Peningkatan hubungan kerja sama ini merupakan implementasi tugas diplomasi Angkatan Laut sebagaimana diamanatkan konstitusi, sekaligus instrumen penting dalam membangun kepercayaan dan persahabatan (confidence building measure), meningkatkan kapasitas pertahanan, serta menjaga stabilitas dan menjamin keamanan maritim.

Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI untuk berperan aktif dalam memperkuat hubungan antar negara dengan prinsip “Thousand Friends, Zero Enemy”, guna mendukung kebijakan luar negeri bebas aktif serta menjunjung tinggi rasa saling menghormati antar bangsa di dunia.

(Gas/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *