BANGKA BELITUNG – Semangat pengabdian dan respons cepat prajurit Jalasena kembali teruji. Menindaklanjuti perintah tegas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat, prajurit Pos TNI AL (Posal) Pangkalbalam jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung bergerak sigap menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mengancam fasilitas publik di Kabupaten Bangka.
Aksi ini terjadi di kawasan sekitar RSUD Soekarno, Jalan Lintas Timur, Kecamatan Merawang, pada Rabu (2/9/2026). Lahan seluas kurang lebih enam hektare dilalap si jago merah, memicu kekhawatiran karena lokasinya yang sangat dekat dengan pusat pelayanan kesehatan masyarakat.
Kecepatan menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Komandan Posal (Danposal) Pangkalbalam menerima laporan adanya titik api dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka sekitar pukul 12.00 WIB.
Tanpa menunggu lama, personel Posal langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pemadaman dini.
Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong. Dengan memanfaatkan peralatan di lapangan serta dukungan satu unit mesin pompa air (jet pump) milik BPBD, tim gabungan berjibaku menghalau kobaran api agar tidak menjalar ke area RSUD dan permukiman warga.
Titik terang mulai terlihat ketika satu unit kendaraan taktis Water Cannon dari Ditsamapta Polres Bangka tiba di lokasi. Kendaraan khusus ini digunakan untuk melakukan penyiraman dan pendinginan secara masif pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api.
Berkat koordinasi yang solid, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam total pada pukul 18.30 WIB. Situasi di sekitar lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali.
Operasi penanggulangan Karhutla ini menjadi contoh nyata betapa pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menangani bencana. Setidaknya tiga unsur utama terlibat dalam misi kemanusiaan ini: personel Posal Pangkalbalam, personel Polres Bangka, dan tim BPBD Kabupaten Bangka.
Sinergi ini tidak hanya mempercepat proses pemadaman, tetapi juga mencegah dampak yang lebih luas seperti meluasnya asap yang dapat mengganggu aktivitas pasien dan tenaga kesehatan di RSUD Soekarno.
Meski api telah padam, Lanal Bangka Belitung tidak ingin lengah. Mengingat kondisi cuaca yang relatif panas dan karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar, tim gabungan akan terus melaksanakan pemantauan berkala (patroli hotspot) untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran susulan.
Keterlibatan aktif Posal Pangkalbalam ini bukanlah hal yang kebetulan. Ini merupakan manifestasi langsung dari doktrin dan arahan pimpinan TNI AL.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah berulang kali menekankan agar seluruh prajuritnya tidak hanya mahir dalam taktik perang, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya.
“TNI Angkatan Laut harus selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, dan menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi rakyat, termasuk dalam penanganan bencana alam,” demikian esensi perintah Kasal yang selalu digaungkan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di musim kemarau yang rawan memicu kebakaran.
(GRD/pen)














