BUSAN, KORSEL – Kekayaan budaya nusantara kembali diperkenalkan ke panggung internasional melalui diplomasi maritim. Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, memimpin langsung acara Deck Reception di atas geladak kapal latih legendaris KRI Bima Suci. Acara bergengsi ini digelar saat kapal sandar di Pangkalan Angkatan Laut Busan, Korea Selatan, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang menjadi puncak dari rangkaian Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 ini sukses menjadi jembatan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Acara ini mempertemukan unsur militer, diplomatik, serta pemangku kepentingan kedua negara dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Selain Laksdya Denih Hendrata, sejumlah pejabat tinggi turut hadir, di antaranya Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, serta Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal (Asrena Kasal), Laksda TNI Hudiarto Krisno Utomo. Delegasi Angkatan Laut Korea Selatan juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif diplomasi lunak ini.
Acara dibuka secara khidmat dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Aegukga, lagu kebangsaan Korea Selatan. Kemeriahan langsung terasa saat para prajurit KRI Bima Suci bersama Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73 unjuk kebolehan dalam pergelaran seni kolaboratif.
Para tamu undangan disuguhi serangkaian penampilan memukau, mulai dari Tari Gandrung khas Banyuwangi yang enerjik, Rampak Gendang yang membangkitkan semangat, hingga kemegahan Tari Saman dari Aceh. Cerita epik Ramayana turut dihidupkan melalui Tarian Rama Shinta, dipadukan dengan pertunjukan Tari Perang yang penuh wibawa.
Acara tidak hanya berlangsung sebagai tontonan satu arah. Dalam momen keakraban, para tamu undangan dari militer dan diplomatik Korea Selatan diajak menari bersama di atas geladak bersama para taruna, menciptakan ikatan personal yang kuat di tengah semilir angin laut Busan.
Dalam sambutannya, Pangkoarmada RI menekankan bahwa KRI Bima Suci bukan sekadar alat pertahanan, melainkan duta bangsa yang membawa pesan perdamaian dunia.
“Melalui muhibah ini, kami berlayar tidak hanya membawa prajurit, tetapi juga membawa jiwa bangsa. Kami berharap hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang maritim, pendidikan, dan pertahanan demi mendukung stabilitas dan kemakmuran bersama,” ujar Laksdya Denih Hendrata.
Kehadiran KRI Bima Suci di Busan diharapkan dapat memperkuat people-to-people contact serta membuka babak baru kerja sama strategis antara Angkatan Laut kedua negara di masa mendatang.
(GRD/pen)














