BATAM – Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, menegaskan sikap tegas TNI Angkatan Laut dalam memerangi penyelundupan mineral dan batu bara (minerba).
Penegasan ini disampaikan langsung saat mendampingi Kunjungan Kerja Satuan Tugas Penanganan Kegiatan Hulu (Satgas PKH) di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kunjungan strategis yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon, ini turut dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI, Pangkoarmada I, Komandan Kodaeral IV, serta sejumlah pejabat tinggi terkait lainnya. Agenda utama dari kunjungan ini adalah meninjau dan mendalami hasil penyelidikan kasus dugaan penyelundupan minerba yang berhasil digagalkan oleh jajaran Koarmada RI.
Keberhasilan gemilang ini diraih oleh KRI Kujang-642 yang berada di bawah komando kendali operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I pada 17 Mei 2026. Penindakan ini menjadi bukti nyata ketajaman naluri tempur dan profesionalisme prajurit Jalasena dalam membaca setiap ancaman di laut.
Dari hasil pendalaman yang dilakukan secara intensif, tim gabungan menemukan dugaan kuat terjadinya pelanggaran serius di bidang kepabeanan dan tata niaga ekspor minerba.
Modus operandi ilegal ini tidak hanya berpotensi menyebabkan kerugian finansial negara yang sangat signifikan, tetapi juga mengancam kedaulatan mutlak bangsa dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.
Dalam keterangannya, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata memberikan statement tegas yang membakar semangat pengamanan laut Nusantara.
“Keberhasilan menangkap dan menggagalkan aksi penyelundupan minerba oleh KRI Kujang-642 ini adalah bukti otentik bahwa TNI AL, melalui Koarmada RI, tidak akan pernah lengah sedikit pun. Ini adalah perang melawan mafia sumber daya alam. Kami tidak akan memberi ruang sejengkal pun bagi para pelaku kejahatan yang hendak menguras kekayaan bangsa. Prajurit Jalasena akan terus hadir di garda terdepan, siap menegakkan hukum, menjaga kedaulatan, dan mengamankan setiap butir kekayaan alam Indonesia demi kejayaan bangsa dan negara,” tegas Pangkoarmada RI dengan penuh semangat.
Sinergi Lintas Lembaga, Kunci Kemenangan
Kunjungan Kasum TNI bersama Jampidsus dan Kemenko Polkam ini menandakan solidnya sinergi lintas sektoral dalam penanganan kasus ini. Kolaborasi TNI-Penegak Hukum-Kementerian menjadi pesan kuat bahwa negara hadir untuk memback-up penuh setiap operasi penegakan hukum di laut.
Pendalaman penyelidikan ini diharapkan dapat segera mengungkap jaringan pelaku hingga ke akar-akarnya, memastikan efek jera, serta menyelamatkan potensi kerugian negara yang dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Dengan pengungkapan kasus ini, Pangkoarmada RI kembali menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan intensitas patroli dan memperketat pengawasan di seluruh choke point dan jalur rawan penyelundupan di wilayah perairan nasional.
Perang terhadap penyelundupan minerba bukan sekadar operasi rutin, melainkan sebuah mandat suci untuk melindungi warisan anak cucu bangsa Indonesia. TNI AL siaga, selamanya di Garda Terdepan, Jalesveva Jayamahe.
(GRD/pen)














