JAKARTA — TNI Angkatan Laut menggelar kegiatan Sosialisasi Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 yang dibuka oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kasal, Laksda TNI Dwi Cahyo Kuncoro, Selasa (13/10/2026).
Acara ini mengusung tema “Peluang dan Ancaman Penggunaan Artificial Intelligence pada Pelaksanaan Tugas TNI Angkatan Laut”.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan dan kebijakan yang telah beberapa kali disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Laksamana TNI Muhammad Ali, yang secara konsisten menekankan pentingnya penguasaan teknologi sekaligus pengamanan ruang siber di lingkungan TNI AL.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel terhadap pemanfaatan teknologi AI dan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, serta sesuai ketentuan keamanan informasi di lingkungan TNI AL.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kadisinfolahtal Laksma TNI Ferry Johansyah ini bersinergi dengan Pussiberal, Pussintelal, dan Dispenal. Sinergi tersebut menghadirkan empat materi utama yang komprehensif:
1. Ancaman AI dan upaya pencegahannya
2. AI dalam perspektif keamanan Siber TNI Angkatan Laut
3. Menjaga kedaulatan informasi dan citra TNI Angkatan Laut menghadapi ancaman berbasis AI
4. Pengamanan dokumen dan naskah dinas TNI Angkatan Laut dihadapkan perkembangan Ai.
Keempat materi tersebut diharapkan menjadi panduan pemanfaatan teknologi AI dan media sosial dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut.
Dalam sesi materi, peserta diberikan gambaran bahwa AI membuka peluang besar bagi efisiensi tugas, termasuk dalam mendukung simulasi latihan, pengambilan keputusan taktis, hingga optimalisasi manajemen data.
Namun di sisi lain, AI juga membawa ancaman serius, terutama terkait potensi kebocoran data strategis, manipulasi informasi, serta penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan yang merugikan institusi dan negara.
Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap kedua sisi tersebut menjadi kunci agar prajurit TNI AL tidak hanya mampu memanfaatkan AI secara produktif, tetapi juga waspada terhadap risikonya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel TNI AL mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga memberikan penekanan terkait sanksi kepada personel TNI AL yang menyalahgunakan AI sehingga mengakibatkan kebocoran data dan informasi strategis TNI AL.
Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan media sosial juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh prajurit TNI AL, bukan hanya tugas satuan tertentu.
Dengan sosialisasi ini, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengorbankan aspek keamanan informasi, demi mendukung tugas pokok dalam menjaga kedaulatan negara di laut.
(Gas/pen)














