Menumbuhkan Cinta Bahari Sejak Dini Kodaeral IX Ajak Siswa PAUD Jelajahi KRI

membangun generasi muda yang cinta, paham, dan siap menjaga kejayaan bahari Indonesia.
membangun generasi muda yang cinta, paham, dan siap menjaga kejayaan bahari Indonesia.

AMBON – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX membuka pintu pendidikan maritim bagi generasi muda dengan memberikan kesempatan kepada 24 siswa Kelompok Bermain (KB) PAUD Pelangi untuk mengikuti kunjungan edukatif ke KRI Matabongsang-873.

Kapal perang yang sedang sandar di Dermaga Irian Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, ini menjadi saksi antusiasme anak-anak usia dini dalam mengenal dunia kemaritiman, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas bertema “Memperkenalkan Angkatan Laut”, yang bertujuan memperluas wawasan anak usia dini melalui pengalaman belajar secara langsung. Pendekatan ini sejalan dengan semangat menanamkan kecintaan terhadap bahari Indonesia sejak usia golden age.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa didampingi lima orang pendidik. Mereka diperkenalkan dengan kehidupan prajurit TNI Angkatan Laut sekaligus tugas dan fungsi kapal perang dalam mendukung pertahanan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.

KRI Matabongsang-873 yang dikomandani Mayor Laut (P) Sony Ardiyanto, S.S.T.Han., menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan kapal perang. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai bagian kapal, termasuk anjungan yang menjadi pusat komando, navigasi, dan pengendalian operasional pelayaran.

Di anjungan, para siswa mendapat penjelasan sederhana mengenai peran nakhoda dan awak kapal dalam mengendalikan pelayaran, memantau kondisi sekitar melalui perangkat navigasi dan radar, serta memastikan kapal dapat melaksanakan tugas dengan aman dan efektif.

Selain mengenal kehidupan di atas kapal perang, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke bungker yang menjadi bagian dari peninggalan sejarah masa pendudukan Jepang di Ambon.

Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan secara sederhana mengenai fungsi bungker sebagai tempat perlindungan manusia maupun aset dari berbagai ancaman pada masa peperangan.

Pengalaman ini memberikan dimensi sejarah yang memperkaya pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah.

Kunjungan edukatif tersebut memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi anak usia dini dengan memadukan unsur pendidikan, sejarah, kemaritiman, dan pengenalan profesi prajurit TNI Angkatan Laut.

Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan wawasan, rasa ingin tahu, dan kecintaan generasi muda terhadap dunia kemaritiman serta peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan bahari yang luar biasa. Menanamkan kecintaan terhadap laut sejak usia dini merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa.

Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkenalkan profesi prajurit TNI AL, tetapi juga membangun fondasi kesadaran maritim yang akan tumbuh menjadi karakter generasi penerus.

Dengan melibatkan anak-anak dalam pengalaman langsung di kapal perang dan situs sejarah, Kodaeral IX telah membuktikan bahwa pendidikan bahari dapat dimulai dari langkah kecil yang bermakna.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) secara konsisten mengarahkan jajaran TNI Angkatan Laut untuk memfasilitasi program edukasi maritim bagi anak-anak sekolah melalui kegiatan Warship Tour (kunjungan ke Kapal Perang Republik Indonesia/KRI).

Semoga semakin banyak institusi yang mengikuti jejak ini dalam membangun generasi muda yang cinta, paham, dan siap menjaga kejayaan bahari Indonesia.

(GRD/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *