Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia, Siap Jalani Retrofit dan Modernisasi

Kapal induk
Kapal induk

JAKARTA – Kapal induk Giuseppe Garibaldi resmi tiba di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026). Kedatangan kapal induk pertama Indonesia ini menandai babak baru bagi TNI Angkatan Laut (TNI AL), yang akan menjalani proses retrofit atau modernisasi sebelum dioperasikan penuh.

Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Italia. Kapal tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada TNI AL dan dijadwalkan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026.

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan proses retrofit akan dikerjakan PT PAL Indonesia bersama galangan kapal asal Italia, Fincantieri. Sejumlah perusahaan Italia lainnya, termasuk Leonardo, juga berpotensi dilibatkan untuk penyediaan peralatan.

“Retrofit kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri, dengan beberapa mungkin ada dari Leonardo juga, ada dari perusahaan lain yang Italia untuk equipment-nya,” kata Muhammad Ali kepada awak media, Jumat (18/9/2026).

Muhammad Ali mengatakan anggaran untuk proses retrofit telah disiapkan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Namun, KSAL mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan tersebut.

“Sudah disiapkan oleh Kementerian Pertahanan. Kalau jumlahnya saya kurang tahu, silakan tanyakan ke Kementerian Pertahanan,” ujar KASAL Muhammad Ali.

Sebelumnya, Kemhan juga menjelaskan bahwa status hibah kapal dari pemerintah Italia tidak berarti seluruh kebutuhan pengoperasiannya tanpa biaya. Anggaran pemerintah Indonesia disiapkan untuk retrofit atau penyesuaian kapal agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL.

PT PAL Siapkan Fasilitas dan SDM

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan pihaknya tengah menyiapkan fasilitas dan sumber daya manusia untuk mengerjakan retrofit Giuseppe Garibaldi.

Dalam pelaksanaannya, PT PAL akan bekerja sama dengan Fincantieri, terutama dalam penyiapan SDM dan kebutuhan teknis.

“Kami sedang persiapkan semuanya fasilitas kemudian apa namanya SDM juga bekerja sama dengan Fincantieri, kami sedang siapkan untuk melakukan refurbishment,” kata Kaharuddin.

Menurut dia, hasil peninjauan langsung menunjukkan kondisi kapal masih sangat baik dan memungkinkan untuk digunakan dalam berbagai misi.

Kapal tersebut juga berpotensi mendukung operasi selain perang, termasuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana seperti pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Kaharuddin mengatakan proses retrofit bukan sekadar memperbaiki kondisi kapal, tetapi juga menyesuaikan kemampuan dan sistemnya dengan kebutuhan Indonesia.

Dalam waktu dekat, PT PAL bersama Fincantieri akan melakukan asesmen menyeluruh terhadap Giuseppe Garibaldi. Salah satu aspek yang akan diperiksa adalah sistem penggerak atau powering kapal.

Saat ini Giuseppe Garibaldi masih menggunakan gas turbine. PT PAL akan mengkaji sejumlah opsi untuk menentukan sistem yang dinilai paling sesuai dan efektif bagi kebutuhan operasional kapal di Indonesia.

Fincantieri sebelumnya juga telah menyusun proposal modernisasi Giuseppe Garibaldi untuk mengubahnya menjadi kapal yang dapat mendukung operasi helikopter dan wahana udara nirawak (UAV). Kapal sepanjang 180 meter tersebut mulai digunakan Angkatan Laut Italia pada 1985 dan ditempatkan dalam status cadangan pada 2024.

Modernisasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyesuaian kapal sebelum Giuseppe Garibaldi sepenuhnya dioperasikan TNI AL. Kapal induk pertama Indonesia, eks-ITS Giuseppe Garibaldi yang akan dinamai KRI Sriwijaya, diprioritaskan penggunaannya untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya penanggulangan bencana alam dan distribusi logistik.

Keterangan Data

Nama baru KRI Sriwijaya, Tanggal serah terima 24 September 2026

Panjang 180 meter, Mulai digunakan AL Italia 1985, Status cadangan 2024, Pekerja retrofit PT PAL Indonesia & Fincantieri, Peralatan Berpotensi melibatkan Leonardo dan perusahaan Italia lainnya, Prioritas misi OMSP: penanggulangan bencana dan distribusi logistik.

(GRD/bro)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *