DABO SINGKEP, KEPULAUAN RIAU – Semangat patriotisme dan soliditas TNI berkobar di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, saat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima anugerah Warga Kehormatan Korps Marinir, Rabu (5/8/2026).
Tidak hanya Menhan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Ketua Komisi I DPR RI juga resmi menyandang status kehormatan yang sama.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali selaku panglima tertinggi matra laut. Dalam suasana penuh khidmat, Kasal menyematkan brevet kehormatan sekaligus baret ungu khas Korps Marinir kepada para tokoh pertahanan tersebut. Adapun brevet yang diterima Menhan meliputi Anti Teror Aspek Laut, Intai Para Amfibi, dan Komando Korps Marinir.
“Penganugerahan ini bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi menjadi ikatan moral dan tanggung jawab untuk terus mendukung penguatan Korps Marinir sebagai pasukan pendarat yang profesional, tangguh, modern, dan senantiasa siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali.
Momen bersejarah ini berlangsung bersamaan dengan peninjauan Latihan Terintegrasi TNI 2026. Para pemimpin pertahanan menyaksikan langsung aksi penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar drop zone Bandara Dabo Singkep.
Operasi gabungan tersebut melibatkan pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27, prajurit elite Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan Yonif 328 dalam skenario pengamanan daerah sasaran sebelum pasukan utama diterjunkan.
Pengukuhan serentak ini termasuk kepada Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menjadi bukti nyata soliditas antarmatra TNI.
Interoperabilitas yang semakin kuat diharapkan mampu mendukung keberhasilan setiap tugas pertahanan negara, sejalan dengan komitmen membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, adaptif, dan berdaya tangkal.
Latihan Operasi Terintegrasi TNI 2026 sendiri dirancang untuk menguji kemampuan komando dan pengendalian, koordinasi antarmatra, serta kesiapan satuan dalam operasi gabungan.
Dengan latar belakang geostrategis Kepulauan Riau, latihan ini menegaskan bahwa TNI terus meningkatkan kapasitas tempurnya demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
“Momentum pengukuhan Warga Kehormatan Korps Marinir di tengah Latopslagab TNI ini semakin menegaskan semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi antarmatra sebagai fondasi utama dalam mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas,” tutup Kasal.
Dengan pengakuan kehormatan ini, diharapkan kerja sama antara Kementerian Pertahanan, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan DPR semakin kokoh dalam merancang strategi pertahanan nasional yang tangguh dan berwibawa di mata dunia.
(Bro/GRD)














