JAKARTA, – Mengusung visi besar TNI Angkatan Laut yang modern, berdaya gentar kawasan, dan berproyeksi global, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kembali menegaskan komitmennya melalui arahan visioner yang menjadi ruh dalam setiap pelaksanaan tugas prajurit.
Arahan ini mengemuka dalam penutupan Latihan Operasi Amfibi (Lat Opsfib) dalam rangkaian Operasi Terintegrasi TNI Tahun Anggaran 2026.
Puncak rangkaian latihan berskala besar yang melibatkan tiga matra TNI tersebut ditutup secara khidmat melalui doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim di Masjid Al Arif, Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (6/8/2026).
Mewakili Kasal, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., memimpin langsung prosesi syukur tersebut.
Dalam sambutannya, Laksda Yayan Sofiyan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Kasal sebagai perwujudan visi kepemimpinan yang menyeimbangkan ketangguhan tempur dengan karakter spiritual dan sosial yang kokoh.
“doa bersama dan santunan ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas profesionalisme prajurit yang telah mengawaki alutsista dengan aman dan sukses. Keberhasilan Latihan Operasi Terintegrasi TNI 2026 yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan dan Panglima TNI di Dabo Singkep membuktikan bahwa kita memiliki kesiapan operasional tinggi, soliditas matra yang solid, serta pengabdian tulus kepada bangsa dan negara,” tegas Asops Kasal.
Arahan Kasal yang menekankan peningkatan profesionalisme dan penguatan soliditas benar-benar tercermin dalam operasi ini. Latihan yang melibatkan unsur-unsur amfibi tersebut tidak hanya menguji interoperabilitas alutsista, tetapi juga mengasah ketajaman naluri tempur prajurit.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi visi pimpinan TNI AL, Asops Kasal memberikan piagam penghargaan kepada para Perwira Tinggi yang dinilai berkontribusi luar biasa dalam mendukung keberhasilan latihan.
Mereka adalah Kadisopslatal Laksma TNI Mohamad Taufik, Kadispenal Laksma TNI Tunggul, Kadissenlekal Laksma TNI Andi Indra Putra, dan Kaarsenal Laksma TNI Yesayas T.M. Silalahi.
Momentum ini semakin hangat dengan kehadiran anak-anak yatim piatu dari Yayasan Dhu’afa Alam Islamy Center (AIC).
Pemberian santunan oleh para pemimpin TNI AL menjadi bukti nyata bahwa prajurit Jalasena tidak hanya dibentuk menjadi petarung tangguh berdaya gentar kawasan, tetapi juga menjadi insan berjiwa sosial dan berintegritas tinggi.
Menuju Proyeksi Global
Operasi Terintegrasi TNI 2026 menjadi krusial sebagai ajang validasi doktrin tempur gabungan. Keberhasilan di Perairan Dabo Singkep yang disaksikan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menandai langkah maju TNI AL dalam mencapai Outcome Based Force.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali secara konsisten menginstruksikan agar keberhasilan latihan semacam ini tidak membuat jajaran terlena. Visi proyeksi global mengharuskan TNI AL untuk terus berbenah, menanamkan budaya syukur, dan memelihara kepercayaan rakyat melalui aksi nyata.
Turut hadir dalam kegiatan ini para Perwira Tinggi Mabesal, jajaran Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal), serta para perwira tangguh yang tergabung dalam Satgas Latihan Operasi Amfibi 2026. Kehadiran mereka menegaskan sinergi komando yang solid di bawah arahan Kasal.
Dengan semangat syukur dan profesionalisme tinggi, TNI AL di bawah kepemimpinan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali terus melaju menuju era baru pertahanan maritim, siap beroperasi di kancah regional dan diproyeksikan secara global.
(Gas/pen)














