SEBATIK, KALIMANTAN UTARA — Di ujung utara NKRI, tepatnya di Pantai Indah Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kalimantan Utara, prajurit KRI Pulau Rimau-724 yang tergabung dalam unsur BKO Guspurla Koarmada II turun ke bibir pantai.
Bersama personel TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga pesisir, mereka bergotong royong membersihkan kawasan pantai dari sampah serta material yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Adil dan Makmur.” Bagi wilayah perbatasan seperti Sebatik, aksi bersih pantai bukan sekadar seremonial, melainkan pesan tegas bahwa kehadiran TNI tumbuh dari rakyat dan bekerja untuk rakyat.
Amanah Kasal: TNI Hadir, Mengabdi, dan Tumbuh Bersama Rakyat
Komandan KRI Pulau Rimau-724, Mayor Laut (P) Frieget Rudallistya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, sejalan dengan arahan Pangkoarmada II Laksda TNI I G.P. Alit Jaya, S.H., M.Si.
Arahan tersebut bermuara pada satu amanah yang digariskan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali: prajurit TNI AL harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam operasi tempur, tetapi juga dalam pengabdian yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir secara berkelanjutan,” ujar Mayor Frieget di sela kegiatan.
Desa Tanjung Aru di Kecamatan Sebatik Timur bukan wilayah biasa. Ia berada di Pulau Sebatik, pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kehadiran KRI Pulau Rimau-724 di wilayah ini menegaskan bahwa TNI AL memandang perbatasan bukan sebagai garis di peta, melainkan ruang hidup rakyat Indonesia yang harus dijaga, dilindungi, dan dilayani.
Ini bukan kali pertama kapal penyapu ranjau Satran Koarmada II itu menyentuh langsung kehidupan warga Sebatik. Sebelumnya, personel KRI Pulau Rimau-724 juga menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialisasi rekrutmen TNI di SMA Negeri 1 Sebatik, bahkan memberikan pelatihan selam dasar bagi pelajar setempat.
Pola pengabdian yang konsisten ini menunjukkan bahwa di perbatasan, TNI AL memainkan peran ganda: penjaga kedaulatan sekaligus pembina generasi muda.
Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat” bergema di seluruh jajaran, dari Mabes TNI hingga kapal perang yang berpatroli di perairan terluar. Presiden Prabowo Subianto dalam amanatnya pada upacara HUT ke-81 TNI menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat karena TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk rakyat.
“Jangan pernah jauh dari rakyat. TNI harus selalu mendengarkan kesulitan rakyat, harus hadir ketika rakyat membutuhkan,” pesan Presiden Prabowo, yang menjadi ruh dari setiap kegiatan TNI AL di lapangan .
Membersihkan pantai mungkin tampak sederhana. Namun di Sebatik, di ujung perbatasan, aksi itu berbicara tentang hal yang lebih dalam: kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh warga pesisir, sinergi TNI-Polri-pemda yang solid, dan semangat gotong royong yang menjadi akar kekuatan Indonesia .
KRI Pulau Rimau-724, kapal penyapu ranjau yang sehari-hari bertugas menjaga ALKI II dan perairan Ambalat, membuktikan bahwa alutsista bukan hanya alat perang, melainkan juga sarana pengabdian kemanusiaan .
Di bawah amanah Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL terus bergerak dari laut ke pesisir, dari operasi ke pengabdian, dari kedaulatan ke kesejahteraan.
TNI Kuat Bersama Rakyat. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.














