SURABAYA – Dalam rangka memastikan kesiapan maksimal menghadapi Latihan Terintegrasi TNI Tahun Anggaran 2026, Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek Kasal), Laksamana Muda TNI Dwi Cahyo Kuncoro, M.Eng., M.Tr.Opsla., melaksanakan kunjungan kerja strategis ke jajaran Komando Armada II (Koarmada II).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan elemen vital pertahanan, mencakup kesiapan personel, keandalan alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta performa sistem komunikasi dan perangkat elektronika.
Fokus utama peninjauan adalah menjamin interoperabilitas atau kemampuan saling terhubung antarunsur, guna mendukung kelancaran operasi latihan terpadu berskala besar.
Dalam inspeksi tersebut, Laksda TNI Dwi Cahyo Kuncoro meninjau sejumlah kapal perang strategis yang akan dikerahkan. Adapun KRI yang menjadi objek peninjauan utama meliputi, KRI Prabu Siliwangi-321, kapal selam andalan TNI AL, KRI Sampari-628, Kapal Cepat Rudal (KCR) dengan kemampuan serangan presisi, dan KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit yang memiliki kapabilitas bantuan kemanusiaan dan medis di tengah operasi militer.
“Peninjauan ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Laut dalam memastikan setiap unsur siap melaksanakan tugas secara profesional, efektif, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis,” ujar Laksda TNI Dwi Cahyo Kuncoro di sela-sela kunjungan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. TNI AL bertekad membangun kekuatan pertahanan modern, mandiri, dan adaptif dengan mengedepankan teknologi nasional.
Langkah ini selaras dengan visi besar mewujudkan postur pertahanan negara yang tangguh, khususnya dalam menjaga kedaulatan di wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui pengecekan langsung dan terukur ini, diharapkan kesiapan sistem komunikasi dan elektronika unsur-unsur Latihan Terintegrasi TNI TA 2026 semakin optimal. TNI AL memastikan bahwa setiap alutsista tidak hanya siap tempur, namun juga mampu bersinergi dalam satu komando dan kendali yang solid.
(Gas/pen)














