JAKARTA – Dalam upaya memastikan kesiapan infrastruktur teknologi informasi menghadapi dinamika ancaman digital, Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek Kasal) Laksamana Muda TNI Dwi Cahyo Kuncoro melaksanakan peninjauan strategis ke Data Center TNI Angkatan Laut pada Rabu (15/7/2026).
Kunjungan kerja ini didampingi langsung oleh Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI AL (Kadisinfolahtal) Laksamana Pertama TNI Ferry Johansyah, S.T., serta Komandan Pusat Siber TNI AL (Danpussiberal) Laksamana Pertama TNI Masnal Samian, S.H., M.Si.
Kegiatan ini menjadi tolok ukur komitmen TNI AL dalam membangun sistem komunikasi dan pengelolaan data yang modern, terintegrasi, dan adaptif.
Peninjauan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bagian dari pembinaan dan pengawasan ketat terhadap pusat saraf teknologi TNI AL.
Fokus utama Laksamana Muda Dwi Cahyo Kuncoro adalah memastikan Data Center mampu menjadi tulang punggung yang andal bagi sistem komando, pengendalian, komunikasi, dan komputer (K4).
Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau secara detail berbagai fasilitas vital, meliputi:
1. Infrastruktur Server dan Jaringan: Pengecekan kapasitas dan stabilitas sistem.
2. Keamanan Siber: Evaluasi protokol pertahanan terhadap serangan digital.
3. Sistem Penyimpanan Data: Verifikasi mekanisme backup dan disaster recovery untuk menjamin keberlangsungan data dalam situasi darurat.
Askomlek Kasal menegaskan bahwa peran Data Center sangat krusial di era transformasi digital. “Pusat data ini memegang peranan strategis dalam meningkatkan interoperabilitas sistem serta memperkuat penyelenggaraan komando dan pengendalian yang efektif,” tegas Laksamana Muda Dwi Cahyo Kuncoro. Ia menekankan bahwa pengelolaan pusat data wajib memenuhi empat prinsip utama: keandalan, keamanan, ketersediaan, dan integritas informasi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar TNI AL dalam mengimplementasikan konsep Network Centric Warfare (NCW).
Dengan infrastruktur data yang tangguh, TNI AL berupaya mewujudkan kemampuan operasi yang semakin presisi dan responsif dalam menghadapi spektrum ancaman di era digital.
“Melalui peninjauan ini, kami mendorong pengembangan berkelanjutan agar terwujud sistem informasi TNI AL yang tidak hanya modern, tetapi juga adaptif terhadap tantangan masa depan,” tutupnya.
Dengan penguatan Data Center ini, TNI Angkatan Laut membuktikan kesiapannya tidak hanya di garis depan laut, tetapi juga di garda terdepan pertahanan siber nasional.
(GRD/pen)














