RUSIA – Hubungan militer bilateral antara Indonesia dan Rusia semakin menunjukkan kehangatan dan kedalaman. Di tengah pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Orruda 2026, Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Komandan Armada Pasifik Rusia (Pacific Fleet Deputy Commander).
Momentum ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan, khususnya matra laut.
Kunjungan bersejarah ini berlangsung pada Minggu (26/7/2026) di atas geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang tengah bersandar.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latma Orruda 2026, Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas, secara langsung menyambut kedatangan Vice Admiral Sergei Rekish beserta delegasi.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini merupakan bagian integral dari Latma Orruda 2026, sebuah latihan puncak yang dirancang untuk mengasah kemampuan dan memperkuat interoperabilitas antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Rusia (Russian Navy).
Dalam keterangannya, Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menekankan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni protokoler, melainkan platform vital untuk dialog strategis.
“Momentum ini sangat penting untuk bertukar pandangan secara langsung mengenai dinamika pelaksanaan latihan, tantangan keamanan maritim kontemporer, serta upaya membangun saling pengertian yang lebih dalam antara kedua angkatan laut,” ujarnya.
KRI I Gusti Ngurah Rai-332, yang merupakan kapal perang kelas Martadinata (PKR-105), menjadi simbol kecanggihan alutsista TNI AL yang disegani.
Kehadiran Vice Admiral Sergei Rekish di atas kapal ini menunjukkan pengakuan atas profesionalisme dan kemampuan operasional yang dimiliki prajurit Jalasena, sekaligus memperkuat interoperabilitas teknis dan taktis yang menjadi tujuan utama Latma Orruda.
Memperkokoh Stabilitas Maritim Kawasan
Latma Orruda 2026 sendiri diproyeksikan sebagai manifestasi diplomasi militer yang efektif. Melalui latihan ini, TNI AL dan Armada Pasifik Rusia tidak hanya meningkatkan kemampuan operasional semata, tetapi juga membangun kepercayaan dan kemitraan strategis yang solid. Sinergi ini menjadi wujud nyata komitmen kedua negara dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maritim yang dinamis.
“Kami berharap, melalui interaksi intensif seperti ini, Latma Orruda 2026 akan semakin memperkokoh sinergi dan profesionalisme prajurit. Kerja sama ini adalah kontribusi kami bersama untuk perdamaian dunia,” tambah Dansatgas.
Kunjungan ini menjadi babak baru yang menandai menguatnya hubungan Rusia-Indonesia di bidang militer, melampaui batas-batas formalitas menuju kemitraan strategis yang lebih mendalam dan saling menguntungkan.
(Pen/2)














