TOKYO – Kabar membanggakan datang dari Negeri Sakura. Seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut terbaik bangsa, Kolonel Laut (P) Dian Tri Hutanto, resmi menyelesaikan pendidikan strategis bergengsi The 2nd National Security Strategist Studies Program (NSSSP) 2025-2026 di National Institute for Defense Studies (NIDS), Tokyo, pada Selasa (30/6/2026).
Pendidikan ini merupakan program kelas eksekutif setara Lemhannas RI yang berlangsung selama 10 bulan di jantung Kementerian Pertahanan Jepang.
Upacara penutupan yang penuh khidmat tersebut digelar di International Conference Hall NIDS, kompleks Kementerian Pertahanan Jepang di Ichigaya, Tokyo.
Prosesi ini menjadi istimewa karena dipimpin langsung oleh Presiden NIDS, Mr. IMAKYUREI Manabu, serta disaksikan oleh petinggi militer dan sipil Jepang, termasuk Vice Minister of Defense Mr. MIYAZAKI Masahisa dan Chief of Joint Staff JSDF (Panglima Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang), Jenderal UCHIKURA Hiroaki.

Sebelum upacara dimulai, momen eksklusif dan langka terjadi di Arrival Hall Gedung F1 NIDS. Para wisudawan beserta keluarga berkesempatan melakukan sesi foto bersama langsung dengan Menteri Pertahanan Jepang, Mr. KOIZUMI Shinjiro. Kehadiran keluarga dalam sesi ini menambah kehangatan perpisahan akademik tersebut.
Menjadi Representasi Indonesia di Tengah Dinamika Global
Kolonel Dian Tri Hutanto bukanlah satu-satunya siswa internasional. Ia adalah bagian dari 33 siswa program NSSSP, di mana 8 di antaranya berasal dari 7 negara asing, yaitu Australia, Amerika Serikat, Jerman, Mongolia, Korea Selatan, India, dan Indonesia.
Perwakilan Kedutaan Besar dari ketujuh negara turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini. Untuk Indonesia, diwakili oleh Atase Pertahanan RI di Tokyo, Laksamana Pertama TNI Hidayaturrahman.
Dalam keterangannya kepada media, Kolonel Dian yang merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 44 Tahun 1998 ini mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya.
“Pendidikan 10 bulan ini, yang dimulai sejak 1 September 2025, merupakan pengalaman yang sangat kaya. Berinteraksi langsung dengan perwira senior dari tiga matra Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), penjaga pantai (Coastguard), serta pegawai sipil pemerintahan Jepang dan rekan-rekan dari enam negara lainnya, memberikan kesempatan emas untuk menganalisis situasi geopolitik dan geostrategis secara komprehensif,” ujarnya.

Mantan Atase Pertahanan RI di Hanoi (2021-2024) yang tahun lalu masih menjabat sebagai Komandan Lanal Ranai ini menekankan bahwa diskusi dan tukar pikiran di bawah bimbingan staf pengajar NIDS sangat krusial.
“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi menciptakan pemahaman bersama mengenai posisi dan pandangan masing-masing negara terhadap dinamika keamanan regional dan global,” tegasnya.
NIDS sendiri merupakan lembaga penelitian strategis dan pertahanan utama di bawah Kementerian Pertahanan Jepang. Rangkaian acara kebahagiaan itu ditutup dengan tradisi pelepasan wisudawan oleh seluruh staf pengajar, akademisi, peneliti, hingga Presiden NIDS.
Melalui momen ini, para wisudawan berharap bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Ini adalah awal baru bagi penguatan hubungan bilateral dan interaksi yang lebih solid antarnegara yang diwakili oleh para alumni, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
(GRD/RK)














