TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3,8 Ton Timah di Perairan Bangka

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

BANGKA BELITUNG – Di balik hamparan biru Perairan Karang Kering Bedukang, tersimpan kekayaan bumi Indonesia yang kerap menjadi incaran pasar gelap internasional. Komitmen untuk menjaga “emas putih” itu kembali dibuktikan oleh Tim Satgas Gabungan TNI Angkatan Laut yang sukses menggagalkan penyelundupan pasir timah ilegal bernilai fantastis pada Senin (29/6/2026).

Operasi senyap yang berujung pada penguasaan satu unit kapal cepat ini menjadi bukti nyata bahwa kedaulatan sumber daya alam Indonesia mutlak tidak bisa ditawar.

Berdasarkan siaran pers resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), operasi ini merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen tajam terkait rencana pengiriman pasir timah ilegal ke luar negeri.

Tim Satgas Gabungan yang terdiri dari Satgas AMB Lanal Babel, Satgassus Satintelmar Pusintelal, Satgas Denkoarmada RI, Satgas Denkodaeral III, dan Satgas Bais TNI langsung melakukan penyekatan dan patroli intensif di sejumlah titik rawan.

Puncaknya, tim berhasil menemukan satu unit High Speed Craft (HSC) yang kandas di kawasan Karang Kering Bedukang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Kapal berkecepatan tinggi yang dibekali enam unit motor tempel 200 PK itu kedapatan mengangkut 97 kampil pasir timah dengan total berat mencapai 3,88 ton.

Nilai ekonomis dari barang bukti yang berhasil diamankan bukanlah angka yang kecil. Dispenal mengonfirmasi bahwa taksiran nilai 3,88 ton pasir timah siap kirim tersebut menyentuh angka Rp3,46 miliar.

Angka ini hanyalah puncak gunung es dari potensi kerugian negara yang jauh lebih besar jika material strategis ini berhasil lolos ke tangan pihak asing tanpa melalui mekanisme penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang sah. Timah, sebagai komponen vital dalam industri elektronik dan energi hijau dunia, merupakan aset pertahanan ekonomi nasional.

Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Kapal HSC yang menjadi sarana kejahatan tengah dalam proses pemindahan ke lokasi yang lebih aman guna memudahkan penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan di baliknya.

Arahan Tegas Kasal: Tidak Ada Ruang untuk Pencuri Kekayaan Laut

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari komando tegas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Ia berulang kali menekankan agar seluruh prajurit Jalasena tidak memberi celah sedikit pun bagi para pelaku kejahatan lintas negara.

“Tingkatkan kewaspadaan, perkuat sinergi antarinstansi, dan tindak tegas segala bentuk penyelundupan. Kekayaan laut Indonesia adalah masa depan bangsa, wajib kita jaga sampai titik darah penghabisan,” ujar Laksamana Ali dalam arahan yang selalu digelorakan di setiap operasi.

Penindakan ini menjadi pesan keras bagi para pelaku illegal mining dan penyelundupan bahwa perairan Indonesia, khususnya Selat Bangka yang strategis, berada dalam pengawasan ketat.

(GRD/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *