Satu ABK Ditemukan Meninggal, Nahkoda KM Ocean Three Berhasil diselamatkan TNI AL

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

NATUNA– Operasi pencarian terhadap KM Ocean Three yang hilang kontak di perairan Natuna membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan nahkoda kapal, Wan Zaidan (47), dalam kondisi selamat pada Minggu (28/6/2026).

Namun, kabar duka menyelimuti operasi ini setelah Tim Angkatan Laut Lanal Ranai mengonfirmasi bahwa satu korban atas nama Arif ditemukan telah meninggal dunia.

Secercah harapan bagi keluarga dan kerabat muncul saat Wan Zaidan berhasil dievakuasi. Nahkoda KM Ocean Three itu ditemukan mengapung di perairan depan Pian Padang, tepatnya pada koordinat 3°40.299’LU 108°20.947’BT, sekitar pukul 11.48 WIB.

Proses evakuasi dilakukan oleh KAL Sengiap milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai bersama unsur Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Carla Tanjung Kumbik untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Mohon izin, Komandan. Kami bersama Kapal KKP KP. Napoleon menemukan satu orang korban atas nama Pak Zaidan dalam kondisi selamat dan segera kami evakuasi ke Puskesmas Carla Tanjung Kumbik. Demikian sebagai laporan,” ujar petugas TNI AL Lanal Ranai yang terlibat langsung dalam pencarian.

Di tengah kelegaan atas penemuan Wan Zaidan, tim pencari juga mengonfirmasi kabar duka. Dalam keterangan di lapangan, tim dari Angkatan Laut Lanal Ranai menyampaikan bahwa korban bernama Arif telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga saat ini, tim medis dan pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut terhadap jenazah.

Kronologi Hilang Kontak

KM Ocean Three, kapal barang berukuran 15 Gross Ton (GT), sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Natuna. Laporan awal diterima dari Egi, agen kapal PT Midai Putra.

Kapal bertolak dari Sedanau menuju Pemangkat pada Selasa (24/6) pukul 13.03 WIB, dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Pemangkat pada Kamis (26/6). Namun, hingga batas waktu Sabtu (27/6) pukul 10.00 WIB, kapal belum juga merapat, sehingga memicu operasi pencarian besar-besaran.

Berdasarkan manifes, kapal mengangkut empat awak, yaitu:

1. Wan Zaidan (47) – Nahkoda (ditemukan selamat)

2. Arif (57) (ditemukan meninggal dunia)

3. Yoga (59) (masih dalam pencarian)

4. Aldi (51) (masih dalam pencarian)

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi setelah menerima informasi penemuan sejumlah fiber ikan yang terapung di laut.

“Setelah menerima laporan, kami memperoleh informasi mengenai penemuan sejumlah fiber ikan di laut pada koordinat 03°44′ LU dan 108°29′ BT. Setelah berkoordinasi dengan agen kapal, pihak di Sedanau membenarkan bahwa fiber tersebut merupakan bagian dari muatan KM Ocean Three yang hilang kontak,” ujarnya.

Titik pencarian atau Last Known Position (LKP) kapal ditetapkan pada koordinat 03°44,000′ LU dan 108°29,000′ BT dengan arah pelayaran 151 derajat.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Natuna, Lanal Ranai, Polairud, KKP, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Natuna, serta nelayan setempat terus menyisir area tersebut. Area pencarian telah diperluas ke arah utara sesuai perkiraan pergeseran arus laut.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung. Fokus pencarian kini diarahkan untuk menemukan satu awak kapal lainnya, yang belum diketahui nasibnya.

Pihak keluarga yang menanti dengan cemas berharap agar tim di lapangan diberikan kemudahan dalam proses pencarian sehingga seluruh korban dapat segera dievakuasi dan berkumpul kembali bersama keluarga.

(GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *