Satu Jenazah Diduga ABK KM Ocean Three Ditemukan Mengapung, KAL Sengiap Lanal Ranai Pimpin Evakuasi

Jalesveva Jayamahe Justru di Laut kita jaya
Jalesveva Jayamahe Justru di Laut kita jaya

NATUNA – Harapan untuk menemukan seluruh Awak Kapal (ABK) KM Ocean Three yang hilang kontak di perairan Natuna pupus sudah. Dalam operasi pencarian yang memasuki hari kelima, Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah dalam kondisi terapung di perairan sekitar Desa Pian Padang, Senin (29/6). Proses evakuasi krusial ini dipimpin langsung oleh KAL Sengiap I.4-66 Lanal Ranai.

Penemuan berawal dari laporan cepat seorang nelayan yang sedang melaut. Melihat objek mencurigakan yang mengapung sejauh 5,6 mil laut dari pesisir, sang nelayan tanpa ragu langsung menghubungi KAL Sengiap I.4-66 yang saat itu sedang melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

“Kami langsung melapor ke KAL Sengiap karena beliau yang paling dekat di laut saat itu. Alhamdulillah responnya cepat sekali, tidak lama langsung datang ke titik,” ujar salah satu nelayan yang menjadi saksi mata.

Mendapat laporan tersebut, Komandan KAL Sengiap I.4-66 segera mengarahkan kapalnya menuju koordinat yang diberikan sambil berkoordinasi intensif dengan Kantor SAR Natuna. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan evakuasi terhadap jenazah menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) dengan prosedur penuh kehati-hatian. Jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Penagi untuk proses lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas jenazah belum dapat dipastikan secara resmi. Proses identifikasi masih dilakukan pihak berwenang untuk memastikan apakah korban adalah salah satu dari dua ABK KM. Ocean Three yang dinyatakan hilang kontak sejak Selasa, 24 Juni 2026 lalu.

Dengan situasi ini, operasi SAR kini berjalan di dua sisi. Satu sisi, tim gabungan fokus pada prosedur kedukaan dan mempercepat proses identifikasi. Di sisi lain, pencarian terhadap satu ABK lainnya yang masih dinyatakan hilang terus dilanjutkan dengan semangat pantang menyerah.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Darmawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran vital masyarakat pesisir.

“Kami berterima kasih kepada para nelayan yang menjadi mata dan telinga kami di laut. Ini adalah bukti nyata sinergi TNI AL dan rakyat. Lanal Ranai melalui KAL Sengiap I.4-66 akan terus hadir, tidak akan berhenti mencari saudara kita yang masih hilang,” tegas Danlanal Ranai dengan penuh komitmen.

Pencarian akan terus berlanjut. KAL Sengiap I.4-66 bersama unsur SAR lainnya masih berjibaku dengan kerasnya laut Natuna demi menuntaskan misi kemanusiaan ini. “Laut Sakti Rantau Bertuah,” semboyan yang kini menjadi pelecut semangat. Jalesveva Jayamahe

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *