Di Bawah Komando Kasal Visioner, TNI AL Genggam Erat Pakistan Navy Demi Keamanan Kawasan

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

SURABAYA – Mengimplementasikan visi besar Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL kembali mempertegas peran sentralnya dalam diplomasi maritim global.

Dalam ajang 6th Navy to Navy Experts Level Staff Talks (NTNELST) yang bergengsi, delegasi TNI AL dan Pakistan Navy sepakat untuk meningkatkan eskalasi kerja sama pertahanan, khususnya di bidang pendidikan dan latihan bersama berbasis Multi Domain Operations (MDO).

Kesepakatan strategis ini diresmikan dalam pertemuan bilateral yang digelar di markas bersejarah, Museum Pusat TNI AL, Surabaya.

Delegasi TNI AL dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kasal (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, selaku ketua delegasi.

Sementara itu, delegasi Pakistan Navy dipimpin oleh pejabat tinggi mereka, Assistant to the Chief of Naval Staff for Special Operations and Marines, Commodore Anwar Saeed.

Pemilihan Museum Pusat TNI AL sebagai lokasi pertemuan bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan afirmasi kuat atas ikatan historis Indonesia-Pakistan yang telah terjalin kokoh selama beberapa dekade.

Dalam diskusi tertutup yang konstruktif, kedua pihak mengakui pesatnya akselerasi teknologi modern mengharuskan adanya pendekatan peperangan baru.

Oleh karena itu, kerja sama di masa depan tidak hanya akan berfokus pada latihan konvensional, melainkan beralih ke konsep Multi Domain Operations yang mengintegrasikan siber, antariksa, laut, dan udara.

“Kami sepakat bahwa tantangan maritim kontemporer tidak bisa lagi dihadapi secara parsial. Atas arahan visioner Bapak Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL siap berbagi pengalaman dan teknologi dengan Pakistan Navy guna membangun interoperabilitas angkatan laut yang modern,” tegas Laksda TNI Yayan Sofiyan usai pertemuan.

Komitmen Jaga Stabilitas Samudera Hindia

Selaras dengan pokok penekanan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menitikberatkan diplomasi sebagai ujung tombak keamanan regional, kedua angkatan laut berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas di kawasan strategis Samudera Hindia.

Wilayah perairan yang menghubungkan Asia Selatan dan Asia Tenggara ini dinilai sangat vital bagi rantai pasok ekonomi dunia.

Commodore Anwar Saeed menegaskan bahwa Pakistan memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan.

“Pondasi kerja sama yang telah kita bangun hari ini adalah kontribusi positif bagi hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam menjamin kebebasan bernavigasi dan pertahanan kolektif,” ujarnya.

Kegiatan NTNELST ini bukan hanya menjadi ajang tukar pikiran teknis, tetapi juga wujud nyata navy diplomacy yang digagas oleh pimpinan TNI AL.

Kolaborasi yang menyasar aspek pendidikan dan latihan bersama ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi pertahanan.

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) menyampaikan bahwa hasil positif dari staff talks ini akan segera ditindaklanjuti dengan peta jalan implementasi.

Dengan semangat visioner Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL optimis dapat terus menjadi poros stabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik.

(Gas/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *