Duka Pulau Terluar: Tokoh Natuna Minarto ‘Kuntiu’ Telah Berpulang

Kuntuw Winarto Semasa menghadiri kegiatan 17 Agustus di Pulau Natuna
Kuntuw Winarto Semasa menghadiri kegiatan 17 Agustus di Pulau Natuna

NATUNA – Kabar duka menyelimuti dua titik pulau terluar Indonesia dalam waktu berdekatan. Masyarakat Natuna kehilangan tokoh yang disegani, Minarto (akrab disapa Kuntiu).

Kuntiu, mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Natuna pada Minggu pagi, 20 Juni 2026. Di usia 51 tahun, kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi ramah, peduli, dan berjiwa sosial tinggi.

Salah satu sahabat dekat almarhum, Bapak Nato, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan. Ia mengenang Kuntiu sebagai sosok super baik yang selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kenangan terakhir beliau di Sedanau. Beliau adalah sosok yang super baik di segala bidang, aktif, memiliki jiwa sosial yang tinggi, senang berteman dan bergaul dengan siapa saja,” ungkap Bapak Nato penuh haru, Minggu (21/6/2026).

Nato juga menceritakan momen terakhir yang terekam jelas dalam ingatannya: foto Kuntiu berdiri di mimbar acara Waisak Bersama. Dengan senyum khas dan semangat membara, almarhum menyampaikan pesan-pesan kebaikan, meneguhkan dirinya sebagai pembawa damai dan pencerah bagi lingkungan sekitar. Dedikasinya di berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan menjadi bukti nyata kepeduliannya yang tulus.

Ist
Ist

Atas nama keluarga besar, Bapak Nato menyampaikan doa tulus: “Semoga Bos Kuntiu terlahir kembali di alam bahagia dan ditempatkan di surga. Tolong maafkan beliau semasa hidup bila ada khilaf dan salah, tolong hapus dan maafkan.”

Hampir bersamaan, duka juga dirasakan Jurnalis pulau terluar, Riky Rinovsky, menyampaikan kenangan mendalam atas kepergian almarhum Kuntuw. Sosok yang semasa hidupnya dikenal sebagai pekerja keras dan penuh integritas ini meninggalkan kesan baik yang kuat di hati masyarakat.

Di tengah keterbatasan akses geografis, interaksi Riky dengan almarhum merekam sosok sederhana yang selalu memberi dampak positif. Kepergian Kuntuw dinilai bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas kecil yang merasakan langsung dedikasi dan etos kerjanya.

“Beliau adalah gambaran pribadi pekerja keras. Selama hidup, almarhum selalu memberi kesan baik kepada siapa pun yang mengenalnya. Kami berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan dikuatkan, diberi ketabahan, dan segala dosa almarhum diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Riky Rinovsky penuh haru, Selasa (23/6/2026).

Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga ketabahan dan kekuatan senantiasa menyertai. Air mata yang jatuh hari ini adalah saksi betapa berharganya almarhum semasa hidup. Semoga setiap doa yang terucap menjadi penghapus khilaf dan penerang jalan menuju keabadian.

Selamat jalan, sahabat terbaik. Namamu mungkin tak lagi dipanggil, tapi ketulusanmu abadi dalam hati mereka yang mencintaimu.

(GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *