Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali Dukung Diplomasi Maritim: KRI Bima Suci Terima Kunjungan Kehormatan Kasal Jepang di Nagasaki

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

NAGASAKI, JEPANG – Diplomasi maritim Indonesia kembali menorehkan catatan penting di kancah internasional. Kapal latih kebanggaan TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, menerima kunjungan kehormatan atau courtesy call dari Kepala Staf Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self-Defense Force), Admiral Saito Akira.

Momentum ini semakin menegaskan visi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk menjadikan TNI AL sebagai duta bangsa yang andal.

Pertemuan bilateral yang hangat ini berlangsung di Dermaga Dejima Pier, Nagasaki, pada Jumat (19/6/2026), saat KRI Bima Suci tengah melaksanakan misi pelayaran Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) 2026.

Mewakili Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Staf Khusus Kasal Laksamana Madya TNI TSNB Hutabarat menyambut langsung kedatangan Admiral Saito Akira beserta delegasi.

Kehadiran pejabat tinggi TNI AL lainnya, seperti Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Sigit Santoso, Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, dan Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksma TNI Hidayattu Rahman, semakin menambah bobot krusial pertemuan tersebut.

Suasana penuh persahabatan mewarnai diskusi yang digelar di ruang Saloon KRI Bima Suci. Agenda utama pembicaraan berfokus pada penguatan kerja sama strategis di bidang maritim, khususnya pengembangan pendidikan, pertukaran wawasan, serta latihan bersama antara TNI AL dan Angkatan Laut Jepang.

Interaksi ini bukan hanya seremonial, melainkan fondasi kokoh bagi keamanan dan stabilitas kawasan dua negara maritim terkemuka.

Di akhir sesi, prosesi foto bersama dan pertukaran cenderamata menjadi simbol visual yang kuat atas eratnya hubungan persahabatan kedua angkatan laut.

Pada kesempatan terpisah, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan pernyataan tegas bahwa misi muhibah diplomasi semacam ini merupakan implementasi nyata dari peran TNI AL di mata dunia.

“Partisipasi TNI Angkatan Laut dalam pelayaran muhibah diplomasi merupakan implementasi peran TNI AL sebagai duta bangsa. Misi ini tidak hanya mempererat persahabatan antarnegara, tetapi juga menjadi platform strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujar Kasal.

Kunjungan Admiral Saito Akira ini menjadi puncak rangkaian diplomasi maritim Satlat KJK 2026 di Nagasaki, membuktikan bahwa KRI Bima Suci tidak hanya berlayar sebagai kapal latih, tetapi juga sebagai jembatan pemersatu peradaban maritim dunia.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *