JAKARTA TIMUR– Jalesveva Jayamahe adalah roh utama perjuangan laut. Semangat agung inilah yang menjadi napas pengembangan doktrin induk TNI Angkatan Laut.
Untuk memperkuat landasan strategis maritim yang adaptif terhadap tantangan masa depan, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin memimpin langsung pembukaan Uji Naskah II Doktrin TNI Angkatan Laut Jalesveva Jayamahe di Gedung Neptunus Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/6/2026).
Mengawali sambutannya, Wakasal menegaskan bahwa Doktrin Jalesveva Jayamahe bukan sekadar naskah akademis, melainkan jiwa dan pedoman tertinggi dalam setiap tarikan napas pembinaan serta penggunaan kekuatan TNI AL.
Di tengah lanskap lingkungan strategis yang kian kompleks, doktrin ini dituntut mampu menjawab spektrum ancaman nonmiliter, perang hibrida, hingga peperangan modern berbasis teknologi mutakhir.
“Jalesveva Jayamahe adalah roh utama perjuangan laut yang harus kita terjemahkan ke dalam postur dan doktrin yang hidup. Doktrin ini harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, dinamika keamanan global, serta kebutuhan pertahanan negara kepulauan dan maritim. Hanya dengan itu, TNI AL mampu menghadirkan daya gentar, daya tangkal, dan daya tindak yang optimal,” tegas Laksdya TNI Edwin di hadapan para peserta uji naskah.
Forum uji naskah ini menjadi wadah strategis untuk mengkristalisasi masukan objektif dan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan di lingkungan TNI AL.
Wakasal menekankan bahwa doktrin yang dihasilkan tidak hanya harus relevan di atas kertas, melainkan mendarat dalam kesiapan operasional, pembinaan personel, serta interoperabilitas matra laut dalam menghadapi ancaman multidimensional.
“Kita sedang menyusun fondasi perjuangan. Doktrin Jalesveva Jayamahe harus menjadi kompas yang menuntun TNI AL menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, dari Sabang sampai Merauke, dari permukaan hingga dasar laut, serta di ranah siber dan antariksa,” lanjutnya.
Penyempurnaan doktrin induk ini juga menjadi pengejawantahan visi besar TNI AL sebagai world class navy yang bereputasi, responsif, dan mampu memproyeksikan kekuatan secara presisi. Dengan roh Jalesveva Jayamahe, setiap prajurit Jalesveva Jayamahe diharapkan tidak hanya menguasai taktik tempur, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai kejuangan laut yang menjadi identitas sejati Korps.
Melalui Uji Naskah II ini, TNI AL semakin mematangkan langkah menuju postur kekuatan maritim yang modern, profesional, dan dicintai rakyat. Karena sejatinya, di dalam setiap gelombang samudera, Jalesveva Jayamahe adalah roh yang menggerakkan pengabdian tanpa batas bagi ibu pertiwi.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut. Jalesveva Jayamahe.














