AUSTRALIA – Di bawah kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI Angkatan Laut terus memantapkan diplomasi pertahanan di tingkat internasional. Tonggak terbaru dari visi besar tersebut diwujudkan melalui gelaran Navy to Navy Talks (NTNT) ke-19 antara TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) yang berlangsung di Naval Capability Center RAN, Fremantle.

Delegasi TNI AL dipimpin langsung oleh Laksamana Muda TNI Dato Rusman yang mewakili Asisten Operasi (Asops) KASAL, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan.
Sementara dari pihak Australia, pembicaraan strategis ini dipimpin oleh Acting Deputy Chief of Navy, Rear Admiral Darren Grogan.
Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan vital yang tidak hanya memperkuat interoperabilitas kedua armada, namun juga menjadi indikator nyata peran sentral KASAL dalam menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan.
Dalam forum tingkat tinggi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan.
Poin krusial yang dibahas mencakup perencanaan operasi amfibi untuk misi kemanusiaan (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR) serta peningkatan kapasitas pendidikan Principal Warfare Officer (PWO).
Langkah ini merupakan respons atas dinamika geopolitik dan potensi bencana alam di kawasan Indo-Pasifik yang membutuhkan kesiapan respons cepat dari kedua angkatan laut.
Di bidang latihan, agenda diskusi mengisyaratkan adanya loncatan besar pada rencana peningkatan kemampuan operasional helikopter dan operasi penyelamatan kapal selam (Submarine Escape and Rescue).
Kerja sama teknis ini menegaskan komitmen TNI AL dan RAN untuk saling mendukung dalam situasi kontingensi di laut, sejalan dengan visi KASAL yang selalu menekankan modernisasi alutsista dan peningkatan profesionalisme prajurit.
Salah satu capaian paling progresif dalam NTNT ke-19 ini adalah diskusi mendalam mengenai perlindungan infrastruktur penting di dasar laut. Di era di mana kabel komunikasi bawah laut dan jalur pipa energi menjadi aset strategis, TNI AL dan RAN mendalami potensi kerja sama pengamanan aset vital ini dari ancaman asimetris.
Aktif di MNEK 2027 dan Kakadu 2028: Menjaga Stabilitas Indo-Pasifik
Konsistensi kehadiran kapal perang Indonesia dan Australia di latihan multilateral kawasan menjadi perhatian serius Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Dalam pertemuan ini, kedua AL sepakat untuk berpartisipasi aktif dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2027 yang akan menjadi tuan rumah TNI AL di Jakarta, serta Exercise Kakadu 2028 yang diselenggarakan RAN di Darwin. Sinergi ini menegaskan kembali peran penting Indonesia dan Australia sebagai penjaga keamanan poros maritim.
Menambah bobot diplomasi, delegasi TNI AL mendapat kehormatan sebagai undangan VIP pada acara Commissioning HMAS Eyre, kapal perang RAN berjenis Offshore Patrol Vessel kelas Arafura. Acara prestisius yang digelar di HMAS Stirling, pangkalan terbesar RAN di Pulau Garden, Australia Barat ini menandai eratnya hubungan persaudaraan korps pelaut kedua negara.
Keberhasilan diplomasi ini kembali menegaskan bahwa di bawah arahan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, TNI AL terus berevolusi menjadi kekuatan maritim modern, responsif, dan disegani di level global, sekaligus mengawal kedaulatan laut Indonesia melalui aliansi strategis yang saling menguntungkan.
(GRD/pen)














