BANDUNG, — Di tengah dinamika geopolitik dunia yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian, Indonesia kembali menegaskan kedaulatannya di laut. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memberikan kuliah umum bertema.
“Implementasi Doktrin TNI Angkatan Laut dalam Mewujudkan Strategi Pertahanan Negara Defensif Aktif guna Mendukung Terwujudnya Stabilitas Pertahanan dan Keamanan Negara” kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Anggaran 2026 di Bandung, Rabu (30/9/2026).
Kuliah umum tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat pemahaman generasi perwira TNI tentang pentingnya sinergi antarmatra dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai bangsa maritim yang memiliki wilayah laut luas dengan posisi geostrategis vital, Indonesia menempatkan kekuatan matra laut sebagai pilar utama pertahanan negara.
Dalam kuliah umum tersebut, Kasal membahas tugas dan peran TNI Angkatan Laut, termasuk melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut sesuai ketentuan hukum nasional dan internasional, melaksanakan diplomasi Angkatan Laut dalam mendukung kebijakan politik luar negeri pemerintah, pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut, serta pemberdayaan wilayah pertahanan laut.
Kasal juga menyampaikan perspektif strategis terhadap dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang berkembang secara cepat dan penuh ketidakpastian.
Berbagai tantangan tersebut antara lain konflik dan persaingan geopolitik, ancaman siber, kejahatan lintas negara, konflik di kawasan, hingga risiko bencana alam dan kecelakaan di laut.
“Menghadapi perkembangan tersebut, Doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe menjadi salah satu landasan dalam memahami peran, fungsi, dan tugas TNI AL serta menghadapi perubahan karakter ancaman yang berkembang menuju perang hibrida multidimensi, meliputi dimensi fisik, maya, dan kognitif,” ujar Kasal.
Doktrin Jalesveva Jayamahe yang berarti “Di Laut Kita Jaya” bukan sekadar semboyan, melainkan jiwa yang menggerakkan setiap prajurit TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa di lautan. Semangat patriotik ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang kuat, berdaulat, dan dihormati.
Lebih lanjut, Kasal menjelaskan implementasi Doktrin TNI AL dalam mendukung strategi pertahanan negara defensif aktif, termasuk melalui pembangunan dan pengembangan kekuatan TNI AL, kesiapan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), serta penggunaan kekuatan dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dalam pesannya kepada para Pasis, Kasal menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan motivasi untuk mengembangkan potensi diri, menjadikan interoperability sebagai bagian penting dari integrasi TNI, menjaga kekompakan, soliditas, dan solidaritas antar-matra TNI dan Polri, serta menjadi pemimpin yang berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab.
Sinergi dan kolaborasi antarmatra TNI, kementerian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa juga menjadi prasyarat dalam mewujudkan strategi pertahanan negara.
Pesan ini menggema sebagai seruan patriotik bahwa pertahanan Indonesia bukan hanya tanggung jawab TNI semata, melainkan seluruh rakyat Indonesia yang bersatu dalam semangat bela negara.
Melalui kuliah umum ini, TNI Angkatan Laut kembali menegaskan komitmennya sebagai penjaga samudra Nusantara, mengamalkan nilai-nilai kejuangan para pahlawan bangsa, dan mempersiapkan generasi perwira yang tangguh, profesional, serta berintegritas tinggi untuk menghadapi tantangan zaman demi kejayaan Indonesia di pentas dunia.
(GRD/pen)














