Komitmen Nyata Presiden Prabowo: 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I Rampung, 1.386 Menyusul di 2026

Kampung nelayan merah putih
Kampung nelayan merah putih

JAKARTA – Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat nelayan Indonesia bukan sekadar retorika. Tepat di bulan Mei 2026, pemerintah mencatatkan tonggak sejarah baru dengan merampungkan 100% pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama di seluruh pelosok Nusantara.

Pencapaian ini menjadi bukti konkret visi besar Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan dan ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan baru.

Kementerian Sekretariat Negara mengonfirmasi bahwa seluruh pekerjaan konstruksi di 65 lokasi prioritas telah selesai per akhir April 2026. Program ini langsung menyasar urat nadi permasalahan nelayan tradisional, yaitu akses terhadap fasilitas dasar dan rantai dingin.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, menyatakan, “Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026.” Ia menegaskan, fokus kini bergeser pada operasionalisasi agar fasilitas berkelas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026, Satuan Tugas (Satgas) khusus telah dibentuk untuk memastikan pengelolaan KNMP berjalan terarah, efektif, dan efisien.

Satgas ini akan mengawal kesiapan operasional sejumlah fasilitas vital di setiap kampung, antara lain, Pabrik Es (Ice Plant): Memutus ketergantungan nelayan pada tengkulak untuk pasokan es, Gudang Beku (Cold Storage): Menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama dan menstabilkan harga, Sentra Kuliner & Kios Perbekalan, Mendorong hilirisasi dan ekonomi lokal. Bengkel Kapal, untuk memastikan armada nelayan selalu laik laut.

“Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” lanjut Trian.

Keberhasilan ini semakin menggemakan pidato Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026 lalu. Saat itu, Presiden menyampaikan empatinya pada kesulitan nelayan yang kerap melaut tanpa bekal es memadai.

“Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” ujar Presiden saat itu.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan peta jalan ambisius program ini. Tahun 2026, pemerintah menargetkan peresmian total 1.386 kampung nelayan. Angka ini akan terus meningkat secara progresif: 1.500 kampung nelayan pada 2027, 1.500 lagi di 2028, dan seterusnya.

“Pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia nelayan diurus. Semuanya, nanti kurang lebih ada enam juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya,” tegas Presiden Prabowo, menegaskan keberpihakan negara pada sektor kelautan dan perikanan.

Pembangunan tahap pertama ini tersebar merata dari ujung barat hingga timur Indonesia, memastikan tidak ada lagi wilayah pesisir yang tertinggal. Berikut daftar lokasinya:

Sumatra (16 Kampung):

Aceh (Lhok Pawoh, Lancok, Kuala Raja, Birem Puntong); Bengkulu (Merpas, Penago I); Kepulauan Riau (Sembulang, Sekanak Raya, Kasu); Lampung (Ketapang, Bandar Agung, Sukorahayu, Margasari); Sumatera Barat (Padang Sarai, Katapiang); Sumatera Selatan (Sungsang IV).

Jawa (16 Kampung):

Banten (Cikiruhwetan); DI Yogyakarta (Poncosari); Jawa Barat (Wanasari, Gebang Mekar, Karangsari, Karangjaladri, Ciwaru); Jawa Tengah (Kertojayan, Jatimalang, Bumiharjo, Karangduwur, Banyutowo); Jawa Timur (Lateng, Pujiharjo, Dapenda, Bulumeduro).

Bali & Nusa Tenggara (8 Kampung):

Bali (Seraya Timur); NTB (Bilelando, Ekas Buana, Pulau Bungin); NTT (Adang, Mudakaputu, Sulamu, Warloka Pesisir).

Sulawesi (15 Kampung):

Gorontalo (Leato Selatan); Sulawesi Barat (Sumare, Babana); Sulawesi Selatan (Aeng Batu Batu, Angkue, Bentenge, Balangloe Tarowang, Untia, Tongke-Tongke); Sulawesi Tengah (Banagan); Sulawesi Tenggara (Terapung, Gerak Makmur, Malalanda, Anaiwoi, Sorue Jaya).

Kalimantan (3 Kampung):

Kalimantan Barat (Ujung Said, Sungai Nyirih); Kalimantan Tengah (Tanjung Putri).

Maluku & Papua (7 Kampung):

Maluku (Waelihang, Labetawi); Maluku Utara (Wasileo, Supu, Sangowo Timur); Papua Barat Daya (Warmasen); Papua Selatan (Samkai).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *