Disaksikan Titiek Soeharto, Kasal TNI AL dan Mentan Amran Buktikan Kolaborasi TNI dan Pemerintah Mampu Wujudkan Swasembada Kedelai

TNI BERSAMA RAKYAT
TNI BERSAMA RAKYAT

NGANJUK – Di tengah hamparan lahan kedelai seluas 100 hektare di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut berdiri dengan pandangan penuh optimisme. Ia adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sosok pemimpin militer yang tak hanya piawai dalam strategi pertahanan maritim, tetapi juga memiliki visi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kamis (14/5/2026), TNI AL menggelar Panen Raya Kedelai yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta jajaran pimpinan TNI lainnya.

Kehadiran Laksamana Muhammad Ali di Nganjuk bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud nyata kepemimpinannya dalam menerjemahkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Pemimpin dengan Visi Melampaui Samudra
Pemimpin dengan Visi Melampaui Samudra

Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dikenal sebagai pemimpin yang tak membatasi peran TNI AL hanya pada tugas pertahanan di laut.

Di bawah komandonya, TNI AL aktif membina potensi maritim dan memberikan dukungan nyata terhadap wilayah pertanian strategis. Langkah ini menjadi bukti bahwa prajurit Jalesveva Jayamahe mampu berkontribusi di berbagai lini kehidupan bangsa.

“Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif TNI AL melalui pembinaan potensi maritim dan dukungan terhadap wilayah pertanian strategis,” demikian pernyataan resmi TNI AL yang mencerminkan visi besar Kasal.

Sinergi yang Membuahkan Hasil
Sinergi yang Membuahkan Hasil

Panen raya di Desa Ngudikan ini bukanlah proyek instan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama pengembangan kedelai antara Kementan, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah dimulai sejak awal tahun. Penanaman dilakukan pada Maret 2026 dengan total luas mencapai 2.000 hektare yang tersebar di tiga kecamatan: Rejoso, Wilangan, dan Bagor.

Kecamatan Wilangan sendiri memiliki total area kedelai mencapai 400 hektare dengan estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare. Sementara itu, Kecamatan Rejoso memiliki luas lahan panen 1.270,9 hektare dan Kecamatan Bagor seluas 629,1 hektare yang masih dalam masa perkembangan bibit.

“Pola pengembangan kolaborasi antar stakeholder seperti ini harapannya dapat diduplikasi di seluruh wilayah Indonesia sehingga petani tertarik mengembangkan kedelai untuk membantu percepatan swasembada kedelai,” ujar Mentan.

Kepemimpinan yang Membumi
Kepemimpinan yang Membumi

Yang menarik dari sosok Laksamana Muhammad Ali adalah gaya kepemimpinannya yang membumi. Ia memahami bahwa pertahanan negara yang kuat harus ditopang oleh ketahanan pangan yang kokoh. Kehadirannya di tengah para petani Nganjuk menjadi simbol bahwa TNI AL tidak berjarak dengan rakyat.

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, turut memberikan apresiasi mendalam kepada para petani. “Kalian adalah pahlawan pangan yang sesungguhnya. Jangan pernah ragu, jangan pernah menyerah, dan teruslah berinovasi,” pesannya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi kemanusiaan. Sebanyak 10 perwakilan Kelompok Tani menerima bantuan sembako secara simbolis. Tak hanya itu, Bakti Kesehatan digelar untuk melayani 200 pasien masyarakat Kabupaten Nganjuk. Layanan yang diberikan meliputi pengobatan umum (150 pasien), pengobatan gigi (50 pasien), serta tindakan tambal dan cabut gigi (10 pasien). Masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Inilah potret kepemimpinan modern di tubuh TNI. Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali membuktikan bahwa seorang prajurit adalah pelindung rakyat dalam arti yang seluas-luasnya: menjaga kedaulatan di laut, namun juga memastikan rakyatnya tidak kelaparan di darat. Sebuah teladan bahwa pemimpin sejati hadir di mana bangsanya membutuhkan.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *