SURABAYA– Di bawah langit Surabaya yang cerah, jajaran Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) di Bumi Moro menjadi saksi bisu dari komitmen nyata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam membangun kekuatan maritim dari sisi fisik dan mental para prajurit.
Dengan langkah penuh keyakinan, Kasal yang didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali meresmikan sederet fasilitas olahraga dan sarana penunjang di lingkungan pendidikan TNI AL. Momen ini bukan sekadar seremoni pemotongan pita, melainkan jawaban visioner atas kebutuhan modern prajurit samudera di abad ke-21.
Pembukaan fasilitas olahraga diawali dengan prosesi penuh makna. Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menggunting pita, melambangkan harapan baru akan ruang-ruang yang mampu membina ketahanan jasmani, mempererat kebersamaan, dan menyalakan api sportivitas di dada setiap prajurit.
Suasana keakraban begitu terasa saat Kasal dan rombongan meninjau langsung arena latihan yang dirancang untuk mencetak fisik prima para prajurit.
“Ini bukan sekadar gedung atau lapangan. Ini adalah investasi negara dalam mencetak prajurit yang sehat, tangguh, dan tak kenal lelah menjaga setiap mil laut Indonesia,” ujar Laksamana Ali dengan raut serius namun penuh kebanggaan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kasal, didampingi Komandan Kodiklatal Letnan Jenderal TNI Marinir Nur Alamsyah. Kali ini, tiga proyek strategis resmi tercatat dalam sejarah TNI AL: Lapangan Tembak di Grati, Mess Akademi Angkatan Laut (AAL), serta Mess Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL).
Pembangunan Lapangan Tembak Grati menandai lompatan kualitas latihan tempur dasar. Di sinilah para prajurit akan mengasah naluri tempur dan ketepatan sasaran dengan standar modern.
Sementara itu, renovasi dan pembangunan Mess AAL serta Mess STTAL menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam memastikan kesejahteraan, kenyamanan, dan masa depan para perwira muda terbaik bangsa.
“Kita tidak bisa bicara profesionalisme dan kesiapan tempur, jika kita abai pada kesejahteraan dasar. Mess yang layak dan fasilitas latihan yang mumpuni adalah rumah kedua dan kawah candradimuka bagi mereka,” tegas Komandan Kodiklatal.
Amanah Visioner Sang Panglima Laut
Di sela-sela peresmian, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa pembangunan fisik ini bukanlah sekadar target anggaran.
Lebih dalam, ini adalah wujud cinta dan tanggung jawab institusi terhadap pembinaan personel. Ia berharap, prajurit yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi lahir dari dek-dek mess baru ini, dari lapangan tembak yang representatif, dan dari lapangan olahraga yang membangun solidaritas.
“Sarana ini milik kalian semua. Rawat, gunakan untuk memperkuat pengabdian. Sebab dari tempat inilah, prajurit-prajurit masa depan yang akan menjaga kedaulatan laut Indonesia ditempa,” tutup Kasal penuh haru di hadapan para Taruna dan prajurit yang menyambutnya dengan antusias.
Dengan peresmian ini, TNI Angkatan Laut kembali menegaskan jati dirinya: bergerak tak hanya dengan Alutsista canggih, tetapi juga dengan hati yang terpaut pada kesejahteraan prajurit dan visi jangka panjang membangun poros maritim dunia.
(GRD/pen)














