Dukung Ketahanan Pangan, TNI AL Siap Amankan Panen Raya Kedelai 1670 Hektare di Nganjuk

Panen kedelai
Panen kedelai

NGANJUK – Komandan Komando Armada (Kodaeral) V, Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. , turun langsung melakukan survei lapangan dalam rangka persiapan Panen Raya Kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (5/5/2026).

Langkah ini merupakan implementasi nyata instruksi pimpinan TNI AL Laksamana TNI Dr Muhammad Ali dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Survei strategis ini difokuskan pada dua titik yang akan menjadi pusat pelaksanaan panen raya pada pertengahan Mei 2026 mendatang. Kehadiran orang nomor satu di Kodaeral V ini memastikan kesiapan optimal di sektor hulu pertanian, mulai dari pengamanan distribusi hingga sinergi dengan Gugus Tugas Pangan daerah.

Lokasi pertama yang disurvei adalah Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan. Di kawasan ini, panen raya dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2026 dengan target hamparan mencapai 100 hektare. Secara keseluruhan, potensi kekuatan tanaman kedelai di Kecamatan Wilangan tercatat cukup masif, yakni mencapai total 400 hektare.

Tim selanjutnya bergerak ke titik kedua yang tidak kalah potensial, yaitu Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. Direncanakan panen akan dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dengan luas lahan panen sekitar 50 hektare.

Desa ini memiliki total luas tanaman kedelai hingga 350 hektare. Adapun total akumulasi areal kedelai di seluruh Kecamatan Rejoso menembus angka spektakuler, yakni 1.270,9 hektare.

Dalam keterangannya, Laksda TNI Ali Triswanto menekankan bahwa sektor pertanian adalah garda terdepan pertahanan non-militer. TNI AL tidak hanya bertugas menjaga laut, tetapi juga mengawal program strategis nasional seperti swasembada pangan.

“Kegiatan ini adalah bukti bahwa TNI AL hadir di tengah petani. Kami berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan penyuluh pertanian untuk memastikan panen raya berjalan lancar. Kami ingin optimalisasi hasil produksi kedelai di Nganjuk ini benar-benar memberikan kontribusi signifikan bagi neraca pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Ali Triswanto.

Dengan total potensi panen yang diawasi mencapai ribuan hektare, sinergi ini diharapkan mampu memacu produktivitas petani lokal dan mengurangi ketergantungan impor komoditas kedelai.

Kehadiran aparatur negara di lahan pertanian diyakini mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani saat panen raya tiba.

(GRD/pen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *