JAKARTA – Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter manusia.
Menindaklanjuti arahan tegas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI Angkatan Laut (Disinfolahtal) menggelar pelatihan pengembangan karakter berbasis ESQ selama dua hari, pada 07-08 Mei 2026.
Berlangsung di Ruang Kreativitas Disinfolahtal, Mabesal, Cilangkap, pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan modern, tetapi juga tangguh dan berkarakter.
Menggandeng Lembaga Pelatihan Pengembangan Karakter ESQ Menara 165 besutan motivator kenamaan Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian, pelatihan ini menerapkan metode unik yang mengintegrasikan tiga pilar kecerdasan manusia.
Bukan hanya IQ (Intellectual Quotient) dan EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient) menjadi fondasi utama untuk menciptakan ketenangan batin dan ketangguhan mental di tengah kompleksitas tugas pertahanan.
Kepala Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI AL (Kadisinfolahtal), Laksamana Pertama TNI Ferry Johansyah, S.T., hadir langsung membuka kegiatan tersebut.
Dalam atmosfer yang interaktif, para peserta terdiri dari pejabat utama, personel Disinfolahtal, serta perwakilan Dispenal dan Disbintalal tidak hanya duduk mendengar, tetapi diajak menyelami kesadaran terdalam melalui pendekatan visual dan audio visual.
“Kita ingin prajurit dan ASN TNI AL memiliki keseimbangan. Profesionalisme kerja harus ditopang oleh integritas, kejujuran, dan kepekaan sosial. Di era digital dan ancaman dinamis seperti sekarang, ketenangan batin adalah senjata yang tidak tergantikan,” ujar Laksma Ferry Johansyah menegaskan esensi pelatihan ini.
Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam modul ESQ ini adalah transformasi motivasi pengabdian. Peserta dibimbing untuk melihat tugas tidak sekadar sebagai kewajiban dinas atau pengejaran materi, melainkan sebagai nilai ibadah dan pengabdian tulus kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan demikian, output yang diharapkan bukan hanya personel yang cakap secara teknis dalam mengelola data dan informasi, tetapi juga pemimpin beretika yang memiliki solidaritas tinggi dan empati terhadap sesama.
Ketahanan mental menjadi target utama, mengingat personel TNI AL kerap dihadapkan pada tekanan tugas tinggi yang menuntut pengambilan keputusan cepat dan tepat.
Selaras dengan Visi Besar TNI AL
Inisiatif Disinfolahtal ini merupakan kristalisasi dari visi besar TNI AL: Terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani. Tujuan pembinaan personel ini secara langsung mendukung misi mewujudkan prajurit yang bermoral dan profesional, sekaligus menjamin organisasi yang bersih dan berwibawa.
Dengan mewujudkan keluarga besar TNI AL yang sehat dan sejahtera, pembangunan mental spiritual semacam ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi dinamika tugas ke depan, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah laut dan kedaulatan NKRI.
(GRD/pen)














