JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada jajaran Komando Daerah Maritim (Kodaeral) XII dalam ajang Apel Komandan Satuan (AKS) TNI Angkatan Laut Tahun 2026.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung di Auditorium Denma Mabesal, Jakarta, pada Senin (4/5/2026), sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan gemilang menggagalkan berbagai upaya penyelundupan barang ilegal yang merugikan keuangan dan stabilitas ekonomi negara.
Dalam amanatnya, KASAL menegaskan bahwa operasi penegakan hukum di laut merupakan garda terdepan dalam melindungi sumber daya nasional.
“Penghargaan ini bukan hanya simbol, melainkan cerminan dari profesionalisme dan konsistensi prajurit TNI AL. Keberhasilan Kodaeral XII membuktikan bahwa kita mampu memutus mata rantai kejahatan maritim yang mengancam kedaulatan ekonomi bangsa,” tegas Laksamana Muhammad Ali.
Apresiasi khusus diberikan kepada tiga personel kunci Kodaeral XII yang dinilai memiliki kinerja investigatif dan operatif luar biasa:
1. Danden Intel Kodaeral XII, Kolonel Laut (E) Arief Brahma Nugraha, S.E., M.Tr.Opsla., CEH., beserta Kasubdis Kumlater Diskum Kodaeral XII, Letkol Laut (H) Santana Dipura, S.H., M.Tr.Opsla.
Keduanya berhasil mengungkap dan mengamankan jaringan penyelundupan komoditas ilegal dalam skala besar. Barang bukti yang berpotensi memicu gejolak ekonomi itu meliputi bawang bombay, ballpress (pakaian bekas), arang bakau, hingga rokok ilegal. Keberhasilan ini dinilai krusial dalam melindungi industri dalam negeri dan penerimaan negara dari sektor cukai.
2. Komandan KRI Karotang-872, Mayor Laut (P) Rochmatus Syolikhin S.ST.Han.
Prestasi signifikan ditorehkan oleh unsur KRI Karotang-872 yang sukses menggagalkan penyelundupan campuran timah dan Logam Tanah Jarang (LTJ). Komoditas ini merupakan mineral strategis bernilai ekonomi tinggi yang menjadi incaran pasar global, sehingga pengamanannya menjadi kemenangan besar bagi kedaulatan sumber daya alam Indonesia.
Penganugerahan ini mempertegas peran vital Kodaeral XII dalam menjaga keamanan maritim di wilayah perairan yang menjadi jalur strategis pelayaran.
Dengan terungkapnya modus penyelundupan komoditas mulai dari kebutuhan pokok hingga mineral kritis, TNI AL membuktikan bahwa pengawasan di laut tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga proteksi ekonomi nasional.
Laksamana Muhammad Ali berharap pencapaian ini dapat memicu semangat seluruh prajurit di jajaran lainnya.
“Tingkatkan terus kesiapsiagaan dan sinergi. Musuh kita di laut adalah para pelaku ilegal yang memanfaatkan celah untuk mengeruk kekayaan bangsa. Tidak boleh ada toleransi terhadap hal tersebut,” tutupnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pemicu bagi seluruh satuan kerja TNI AL untuk terus mengasah naluri tempur dan kemampuan intelijen dalam menghadapi berbagai bentuk pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia pada tahun 2026.
(Gas/pen)














