Berita  

Temukan Korban Tragedi Perahu Nelayan, Operasi SAR Gabungan Terus Diperluas

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

GRESIK – Komitmen nyata TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga keselamatan masyarakat maritim kembali dibuktikan melalui aksi heroik di tengah perairan.

Memasuki hari kedua pasca-insiden tenggelamnya perahu nelayan di perairan PLTU Gresik, tim gabungan yang dipimpin Pos Pengamatan Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) Lumpur berhasil mengevakuasi satu korban jiwa, meskipun satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif.

Operasi kemanusiaan ini menjadi bukti kesiapsiagaan Pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon dalam merespons cepat setiap potensi bencana maritim. Berdasarkan data di lapangan, insiden nahas yang terjadi pada Minggu (3/5) tersebut diduga kuat disebabkan oleh faktor kelebihan kapasitas muatan (overload).

Situasi kritis diperparah oleh hempasan gelombang yang ditimbulkan dari kapal besar yang melintas, menyebabkan air laut deras masuk dan menenggelamkan perahu nelayan tersebut dalam sekejap.

Operasi SAR pada Senin (4/5) pagi diawali dengan apel gabungan di Dermaga Kayu Lumpur yang dipimpin langsung oleh Komandan Poskamladu Lumpur, Lettu Laut (S) Suwito Agus Diyan.

Soliditas antar instansi terlihat jelas dari keterlibatan multi-unsur, meliputi TNI AL, Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD Jawa Timur, BPBD Gresik, Kelompok Rukun Nelayan, hingga masyarakat lokal.

Titik terang pencarian terjadi pada pukul 08.30 WIB. Dua orang saksi nelayan, Sdr. Yusuf (45) dan Sdr. Abdul Alim (31), berhasil mengidentifikasi sesosok jenazah yang mengapung.

Tanpa membuang waktu, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban. Jenazah tersebut kemudian teridentifikasi sebagai Sdr. Halimi dan segera dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses identifikasi medis lebih lanjut.

Meski satu korban telah ditemukan, operasi belum dinyatakan selesai. Korban kedua atas nama H. Ajib (60 tahun) hingga sore hari belum membuahkan hasil.

Strategi pencarian kemudian ditingkatkan secara agresif dengan memperluas area penyisiran hingga ke Pelabuhan Umum Gresik, Pelabuhan Semen Gresik, serta radius perairan di sekitar area PLTU.

Pencarian hari kedua ini dimaksimalkan dengan pengerahan armada lengkap, termasuk perahu karet dari Basarnas, kapal patroli Satpolairud, serta puluhan armada dari nelayan setempat yang turut berpartisipasi.

Medan laut yang dinamis dan titik hanyut korban yang sulit diprediksi menjadi tantangan utama dalam proses penyisiran ini. Operasi SAR terpaksa dihentikan sementara menjelang malam hari dan dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (5/5) dengan fokus penyelaman dan penyisiran di titik-titik yang dicurigai.

Komandan Lanal Batuporon, Letkol (P) Ari Wibowo, S.E., M.Tr.Opsla., melalui Poskamladu Lumpur menegaskan bahwa TNI AL tidak akan mundur selangkah pun hingga korban terakhir berhasil ditemukan.

“Kami mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Ini bukan sekadar tugas, ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjamin keamanan dan keselamatan rakyat di laut. Kami apresiasi setinggi-tingginya sinergitas semua pihak yang bekerja tanpa pamrih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Danlanal mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh nelayan tradisional di pesisir Gresik untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan dasar.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kapasitas muatan, penggunaan alat keselamatan diri seperti life jacket, serta kewaspadaan tinggi terhadap dinamika cuaca ekstrem dan lalu lintas kapal niaga besar di lintasan perairan.

Aksi heroik ini sejalan dengan instruksi tegas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang memerintahkan seluruh jajaran TNI AL untuk senantiasa siaga dan menjadi yang terdepan dalam operasi tanggap bencana di seluruh wilayah perairan Indonesia

(Grd/pen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *