PTPN I Raih Apresiasi KompasTV atas Konsistensi Pemberdayaan UMKM Menuju Kemandirian Ekonomi

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras (kiri), usai menerima apresiasi dari Direktur Utama KompasTV, Rosianna Silalahi (tengah), di Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Apresiasi diberikan atas konsistensi PTPN I dalam membina dan mengembangkan UMKM di berbagai wilayah Indonesia (Foto: Dok. PTPN I)
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras (kiri), usai menerima apresiasi dari Direktur Utama KompasTV, Rosianna Silalahi (tengah), di Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Apresiasi diberikan atas konsistensi PTPN I dalam membina dan mengembangkan UMKM di berbagai wilayah Indonesia (Foto: Dok. PTPN I)

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Dalam malam puncak perayaan ulang tahun ke-15 KompasTV bertajuk “Indonesia B15A” yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026), PTPN I menerima penghargaan atas konsistensinya dalam membina dan mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama KompasTV bersama CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama, kepada Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras.

Apresiasi ini menjadi pengakuan atas dedikasi perusahaan pelat merah tersebut dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional dan perkebunan.

KompasTV menilai PTPN I secara konsisten melakukan pendampingan kepada UMKM binaannya melalui berbagai program strategis.

Pendampingan tersebut tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga pengembangan kemandirian pelaku usaha.

Program pemberdayaan yang dijalankan PTPN I menyasar berbagai sektor usaha masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional dan perkebunan perusahaan.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip creating shared value (CSV) yang diterapkan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menyatakan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan kepada seluruh UMKM mitra binaan yang terus menunjukkan semangat dan kemampuan untuk berkembang.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh mitra binaan PTPN I. Mereka adalah wajah dari kerja keras masyarakat di sekitar perkebunan yang terus berusaha mengubah potensi menjadi nilai ekonomi,” kata Rivai dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, ketika para pelaku UMKM tersebut tampil sebagai bagian dari “Wajah Indonesia”, yang ditampilkan bukan hanya keberhasilan usaha semata. Melainkan juga semangat, ketekunan, dan optimisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Abdul Rivai Ras adalah perubahan paradigma dalam program pemberdayaan UMKM yang dijalankan PTPN I. Perusahaan tidak ingin terjebak pada pendekatan konvensional yang hanya memberikan bantuan sesaat.

“PTPN I ingin mengubah pendekatan pemberdayaan dari sekadar memberikan bantuan menjadi membangun kemandirian. Karena itu, kami mendorong peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, akses pasar, inovasi, serta kemampuan UMKM untuk masuk ke dalam rantai nilai yang lebih luas,” ujarnya menjelaskan visi jangka panjang perusahaan.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendorong UMKM binaan PTPN I untuk naik kelas. Salah satu UMKM binaan PTPN I bahkan terpilih menjadi bagian dari segmen “Wajah Indonesia” KompasTV.

Segmen tersebut mengangkat kisah masyarakat inspiratif dari berbagai daerah yang mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Rivai menegaskan bahwa masyarakat di sekitar perkebunan merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis perusahaan. Karena itu, pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perkebunan harus memberikan manfaat yang semakin luas. Ketika UMKM tumbuh, masyarakat memiliki kesempatan ekonomi yang lebih baik, dan pada saat yang sama ekosistem usaha di sekitar perkebunan juga semakin kuat,” tambahnya.

Komitmen PTPN I dalam pemberdayaan UMKM bukan sekadar retorika. Berbagai data menunjukkan dampak nyata dari program yang telah dijalankan.

Sebagai contoh, PTPN I Regional 4 yang merupakan gabungan dari eks PTPN X dan PTPN XI telah menyalurkan dana TJSL sebesar Rp3 triliun dalam lima tahun terakhir kepada 30.381 UMKM di berbagai sektor usaha.

Dana tersebut disalurkan melalui dua skema utama, yakni pembiayaan usaha mikro dan usaha kecil, serta pemberian bantuan dan kegiatan lain yang termasuk pembinaan bagi para pelaku usaha. Langkah ini sejalan dengan amanat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong UMKM naik kelas.

Selain pembiayaan, PTPN I juga melibatkan mitra UMKM dalam berbagai kegiatan strategis seperti pameran bertaraf internasional INACRAFT yang rutin digelar setiap tahunnya.

Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan entitas perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lembaga sertifikasi halal, hingga komunitas kreatif dalam melakukan pembinaan yang komprehensif.

Di wilayah lain, PTPN I Regional 5 yang berbasis di Jember juga menunjukkan komitmen serupa. Sepanjang periode 2021 hingga akhir 2025, total bantuan TJSL dan non-TJSL di wilayah tersebut mencapai Rp2,26 miliar. Selain itu, perusahaan menyalurkan pinjaman modal kerja sektor peternakan sebesar Rp28,17 miliar dengan bunga ringan 3% per tahun kepada 2.818 peternak sapi dan kambing .

Sinergi dengan Visi Pembangunan Nasional

Program pemberdayaan UMKM yang dijalankan PTPN I sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar utama.

Melalui pendekatan CSV dalam program TJSL, PTPN I berupaya memastikan bahwa keberadaan perusahaan perkebunan negara tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Region Head PTPN I Regional 4, Subagiyo, dalam kesempatan terpisah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pembangunan daerah akan semakin kuat apabila didukung kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya .

Subagiyo juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menyusun program pemberdayaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat di seluruh wilayah operasional perusahaan.

“Kami berharap mitra UMKM tidak hanya meningkat secara kapasitas dan kualitas produk. Semoga langkah-langkah strategis yang kami upayakan ini dapat menguatkan ekosistem usaha sehingga mereka bisa membuka lapangan kerja baru untuk menggerakkan perekonomian nasional,” pungkasnya .

Transformasi PTPN I Menuju Korporasi Agribisnis Berkelas Dunia

Penghargaan dari KompasTV ini menjadi momentum penting bagi PTPN I dalam memperkuat posisinya sebagai perusahaan agribisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Abdul Rivai Ras, PTPN I tengah melakukan transformasi besar-besaran menuju korporasi agribisnis berkelas dunia.

Dalam berbagai kesempatan, Rivai menekankan pentingnya modernisasi dan profesionalisme dalam mengelola perusahaan. Lima pilar transformasi yang ditetapkan PTPN I meliputi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG), Penguatan Manajemen Risiko, Digitalisasi Manajemen, Optimalisasi Aset Negara, dan Penguatan Sinergi Kelembagaan.

“Industri perkebunan atau farming adalah main course alias menu utama sebagai penyedia bahan baku industri manufaktur. Industri ini tidak akan mati selagi masih ada kehidupan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalitas agar perusahaan kita berkembang lebih progresif,” tegas Rivai.

Melalui transformasi ini, PTPN I berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas, mandiri, membuka lapangan kerja, serta menjadi bagian dari rantai ekonomi yang berkelanjutan.

Penghargaan dari KompasTV menjadi penguat komitmen tersebut sekaligus bukti bahwa perusahaan perkebunan negara mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

(Rl/GRD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *