NATUNA – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Lanud Raden Sadjad (RSA), Natuna, Selasa (5/5/2026). Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., secara langsung memimpin apel khusus pelepasan enam personel yang akan melanjutkan pengabdian di satuan baru.
Kehadiran Danlanud RSA di tengah prajurit bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa mutasi adalah nadi organisasi. Dalam amanatnya, Marsma Onesmus menekankan bahwa pergerakan personel merupakan bagian dari pembinaan karir yang strategis.
“Mutasi ini hakikatnya adalah penyegaran organisasi. Ini adalah momentum untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas wawasan, dan memperkaya pengalaman tempur. Bekal dari Natuna harus kalian bawa untuk memperkuat satuan baru nanti,” tegas Danlanud RSA di hadapan para perwira, bintara, dan tamtama.
Enam personel yang dilepas terdiri dari dua Perwira Pertama, satu Bintara Tinggi, dan tiga Tamtama. Merekalah yang selama ini berkeringat bersama menjaga kedaulatan udara di salah satu wilayah perbatasan paling strategis di Indonesia.
Mereka adalah:
Lettu Kes Louigi Rahmat Bramantya Moriza, S.Psi., Letda Tum Puguh Supriyo Edi, Serka Indra Setiawan, Praka Syahru Ramadhan, Prada Ahiyar Baihaqi Fariza, Prada Abdurrohman Asyidiki.
Dalam arahannya, Danlanud RSA memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas dan dedikasi para personel selama bertugas di Lanud Raden Sadjad. Ia secara khusus menggarisbawahi makna strategis penugasan di Natuna yang tidak dimiliki oleh satuan lain.
“Kalian beruntung pernah bertugas di Natuna. Di sini kalian ditempa menjadi The Frontliner, garda terdepan NKRI. Nilai-nilai loyalitas, ketangguhan fisik dan mental, serta jiwa nasionalisme yang tinggi adalah karakter khas prajurit Natuna. Itu adalah bekal mahal yang harus kalian jaga di mana pun bertugas nanti,” ujarnya penuh penekanan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Lanud RSA itu berpesan agar seluruh personel menjaga nama baik almamater. Professionalisme dan integritas, katanya, adalah kredit yang harus dijaga sepanjang masa pengabdian.
Kegiatan pelepasan personel ini menandai dinamika internal TNI Angkatan Udara dalam memastikan regenerasi berjalan baik. Perputaran personel dinilai vital untuk mengisi kebutuhan organisasi sekaligus menghindari stagnasi kemampuan individu prajurit.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi pemberian cinderamata serta ucapan selamat secara langsung dari Danlanud RSA kepada para personel yang dimutasi. Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti para prajurit yang sebentar lagi akan mengukir sejarah di tempat baru.
Dengan pengalaman mahal mengawal langit Natuna, para personel ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak di satuan jajaran TNIAU lainnya. Swa Bhuwana Paksa.
(Gas/pen)














