KRI Surabaya 591 Jadi ‘Rumah Sakit Apung’ dan Dapur Umum bagi Warga Pulau Genting

Jalesveva Jayamahe
Jalesveva Jayamahe

JAWA TENGAH – Deru mesin dan dentuman simulasi latihan tempur yang biasanya mewarnai KRI Surabaya (SBY)-591, Kamis (23/4), seketika berganti menjadi gelak tawa anak-anak dan haru para orang tua.

Di tengah rangkaian Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) TNI AL 2026, kapal perang canggih milik Koarmada RI ini justru lego jangkar di perairan Kepulauan Karimun Jawa untuk sebuah misi kemanusiaan yang hangat.

Mengemban amanah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, prajurit Jalasena tidak hanya unjuk gigi dalam hal taktik tempur, tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan melalui Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakes) bagi masyarakat pesisir Pulau Genting.

Pemandangan tidak biasa tersaji di geladak KRI SBY-591. Area yang biasanya digunakan untuk menyimpan kendaraan tempur dan logistik perang, siang itu diubah menjadi ruang pemeriksaan kesehatan yang rapi.

Di bawah komando langsung Komandan KRI SBY-591, Kolonel Laut (P) Saifudin Zukhri, para prajurit dengan cekatan membantu warga yang antusias ingin memeriksakan kesehatan mereka.

Kehadiran tim medis TNI AL bagaikan oase di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan di pulau terpencil. Data mencatat, sebanyak 130 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Rinciannya, 100 orang mendapat pengobatan umum, 25 orang menjalani perawatan gigi yang selama ini sulit mereka akses, serta 5 orang ibu mendapatkan layanan kebidanan yang krusial.

“Kami sengaja membawa peralatan medis lengkap ke atas kapal. Ini adalah bukti bahwa TNI AL tidak hanya kuat dalam pertahanan, tetapi juga sigap sebagai pelayan masyarakat, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal),” ujar Kolonel Saifudin Zukhri saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan sambil berbincang akrab dengan warga.

BACA JUGA :  TNI AL Gelar Gala Premiere Film The Hostage's Hero Angkat Kisah Nyata Operasi Pembebasan Sandera di Selat Malaka

Tak hanya kesehatan, kepedulian sosial juga mengalir deras. Sebanyak 287 paket sembako dan ratusan porsi makan siang bergizi disalurkan secara simbolis kepada perwakilan warga. Bantuan ini diharapkan mampu sedikit meringankan beban ekonomi warga pesisir yang kesehariannya bergantung pada hasil laut.

Seusai diperiksa dan menerima obat, momen spesial bagi warga adalah ketika mereka diajak berkeliling area geladak KRI. Bagi anak-anak Pulau Genting, ini adalah pengalaman pertama mereka menaiki kapal perang raksasa.

Mata mereka berbinar menyentuh badan kapal, duduk di kursi pelaut, dan berfoto di depan meriam kapal sebuah hiburan sederhana yang membekas di hati.

Kegiatan multidimensi ini membuktikan bahwa operasi militer tidak hanya soal strategi perang. Amanah Laksamana Muhammad Ali menekankan bahwa modernisasi alutsista harus berbanding lurus dengan kedekatan emosional antara prajurit dan rakyat.

“Di balik meriam dan rudal, ada hati kemanusiaan. Kehadiran KRI di sini ingin menunjukkan bahwa negara hadir di tengah kesulitan mereka. Ini adalah benteng pertahanan sesungguhnya, yaitu hati rakyat,” demikian pesan yang ditekankan dalam keterangan resmi.

KRI Surabaya-591 pun kembali melanjutkan pelayaran untuk misi latihan berikutnya, meninggalkan jejak kebaikan dan senyum bahagia warga Pulau Genting. Operasi ini menjadi saksi bahwa di balik megahnya kapal perang, tersimpan misi mulia: menjaga kedaulatan Indonesia, baik dari ancaman luar maupun dari penderitaan warganya sendiri.

(Gas/pen)

Editor: Riky Rinovsky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *